Apakah Metode Coolsculpting aman untuk Memangkas Lemak di Tubuh?

Apakah Metode Coolsculpting aman untuk Memangkas Lemak di Tubuh?

Lifestyle – Metode Coolsculpting Aman – Memiliki postur tubuh yang ideal dalam waktu yang singkat pastinya dapat memikat banyak orang, terutama wanita. Selain diet dan rutin olahraga, beberapa wanita juga banyak yang mengandalkan perawatan khusus untuk menghilangkan lemak yang ada di tubuh mereka. Salah satunya adalah dengan coolsculpting.

Apakah Metode Coolsculpting aman untuk Memangkas Lemak di Tubuh?

Coolsculpting adalah teknik untuk menghilangkan lemak berlebih yang berada di bawah kulit. Perawatan yang satu ini juga bisa menjadi salah satu cara yang tepat untuk mendapatkan bentuk tubuh yang lebih indah dan ideal.

Sesuai dengan namanya, cool berarti dingin sedangkan sculpting berarti membentuk. Teknologi ini merupakan metode pembentukan tubuh yang menggunakan suhu bertemperartur rendah, tentunya sangat  berbeda dengan perawatan sedot lemak. Coolsculpting dianggap lebih efektif karena tidak memerlukan proses bedah, alat sedot, suntikan anestesi dan luka.

Coolsculpting akan membekukan serta membunuh sel-sel lemak di bawah kulit, lalu dalam beberapa kali perawatan. Setelah itu sel lemak yang telah mati mati secara alami akan di pecah dan dikeluarkan dari tubuh melalui hati.

Meskipun coolsculpting ini tidak diperuntukan bagi penderita obesitas, namun perawatannya ini sudah disetujui oleh FDA Amerika Serikat pada tahun 2010. Bahkan, menjadi salah satu perawatan favorit selebritas Hollywood, termasuk Kim Kardashian dan Khloe.

Berdasarkan sebuah penelitian, coolsculpting juga diketahui dapat mengurangi sel lemak di area perawatan tertentu hingga 20% sampai 25%. Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, coolsculpting sendiri terbukti efektif pada beberapa area tubuh diantaranya:

  • Perut
  • Paha
  • Dibawah dagu atau leher atas
  • Panggul
  • Punggung
  • Bokong dan bawah bokong
  • Dibawah ketiak

Cara Kerja Coolsculpting

Saat sedang melakukan perawatan coolsculpting. Seorang terapis akan mengaplikasikan gel di area tubuh yang bermasalah. Gel tersebut akan berperan sebagai penghantar energi dingin yang dihasilkan oleh mesin coolsculpting.

Saat aplikator diarahkan diatas gel, maka kamu dapat merasakan sensasi seperti sedang dicubit dan dingin. Energi dingin yang dapat kamu rasakan bisa mencapai 40 – 100 dan pendinginan tersebut dilakukan hingga sel lemak membeku dan mengalami kematian sel (appotosis).

Proses pengerjaannya dapat bervariasi, tergantung area lemak yang hendak dihilangkan. Lemak muda yang dapat dengan mudah dicubit akan didinginkan terlebih dahulu selama 60 menit. Sedangkan lemak keras dapat membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.

Disaat sel lemak meradang dan terus didinginkan, lama-kelamaan sel lemak tersebut akan mati. Namun, lemak yang mati dan luruh tidak akan diserap oleh tubuh, sehingga dapat menimbulkan masalah baru seperti kolestrol.

Keunggulan Coolsculpting

Salah satu keunggulan metode coolsculpting dalam menghilangkan lemak adalah lemak yang dihancurkannya akan langsung dikeluarkan dari tubuh. Dalam artian, sel lemak yang sama tidak dapat kembali atau membesar jika berat badan bertambah. Disamping itu, metode coolsculpting juga memiliki keunggulan diataranya:

  • Memiliki risiko yang rendah
  • Tidak merusak skin barrier
  • Resiko pada jaringan parut serta infeksi lebih rendah
  • Tidak membutuhkan waktu pemulihan
  • Hasilnya akan terlihat alami
  • Risiko kenaikan berat badan lebih kecil serta hasilnya mampu bertahan lama

Efek Samping Coolsculpting

Efek samping yang umumnya mungkin terjadi dalam kurun waktu beberapa minggu pertama setelah melakukan perawatan ini adalah:

  • Timbulnya rasa gatal, terutama beberapa hari setelah melakukan perawatan coolsculpting.
  • Mengalami diare, hal ini bisa saja terjadi karena sel lemak yang mati dikeluarkan dari tubuh.
  • Rasa kenyang di tenggorokan setelah melakukan perawatan yang melibatkan daerah leher atau dagu.

Efek samping lain yang akan mungkin terjadi diantaranya:

  • Kemerahan
  • Kulit perih
  • Pembengkakakn ringan
  • Memar
  • Perasaan geli
  • Mati rasa
  • Nyeri
  • Kram otot
  • Kulit sensitif

Menurut para peneliti menemukan jika efek samping ini dapat terjadi ketika perawatan sekitar sua minggu, serta dapat menghilang dengan sendirinya.

Tetapi terdapat satu efek samping serius yang kerap kali terjadi pada pria, yakni hiperplasia adipoksa paradoks. Kondisi ini dapat terjadi ketika sel lemak yang harusnya mengecil justru malah menjadi membesar. Namun, meski demikian hiperplasia adiposa paradoks ini jarang sekali terjadi.

Tidak Cocok untuk Semua Orang

Meskipun metode ini dianggap sebagai salah satu cara aman dan efektif dalam mengatasi jumlah sel lemak. Namun, bukan berarti menjadi pengobatan obesitas. Disamping itu, tidak semua orang bisa melakukan coolsculpting. Beberapa kondisi medis justru dapat berisiko memicu komplikasi jika melakukan prosedur ini.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: