Categories BEAUTY & HEALTH

Jerawat Jangan Dipencet! Ini Dampak yang Bisa Terjadi pada Kulit

Jerawat muncul di hari yang paling tidak tepat, dan tangan rasanya gatal ingin langsung memencetnya. Hampir semua orang pernah berada di posisi ini. Tapi sebelum kamu melakukannya lagi, ada baiknya kamu tahu apa saja akibat memencet jerawat yang bisa muncul setelahnya, karena dampaknya sering kali jauh lebih besar daripada jerawat itu sendiri.

Jawaban singkatnya: memencet jerawat bisa memperparah peradangan, menyebarkan bakteri ke pori-pori di sekitarnya, meninggalkan bekas berupa noda gelap atau lubang kecil, dan membuat jerawat lebih lama sembuh. Alasannya, saat dipencet, isi jerawat sering terdorong ke lapisan kulit yang lebih dalam, bukan keluar.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu menahan diri dengan cara yang menyiksa. Ada beberapa alternatif yang lebih aman dan terbukti membantu jerawat mengempis lebih cepat. Di artikel ini, Lifestyle People akan membahas apa yang sebenarnya terjadi pada kulit saat jerawat dipencet, risiko yang mengintai, sampai cara menangani jerawat yang sudah telanjur dipencet.

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kulit Saat Jerawat Dipencet?

Jerawat terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri. Saat tubuh melawan bakteri tersebut, area di sekitarnya meradang, bengkak, dan kadang berisi nanah. Kulit sebenarnya sedang bekerja menyelesaikan masalah ini sendiri.

Ketika kamu menekan jerawat dengan jari, tekanan yang diberikan tidak selalu mengarah keluar. Dinding pori bisa pecah ke arah dalam, sehingga nanah, minyak, dan bakteri menyebar ke jaringan kulit di bawahnya. Akibatnya, peradangan justru meluas dan jerawat yang tadinya kecil bisa berubah menjadi benjolan yang lebih besar, merah, dan nyeri.

Itu sebabnya jerawat yang dipencet sering terasa makin parah keesokan harinya. Kulit bereaksi terhadap kerusakan tambahan dengan membengkak lebih banyak, dan proses penyembuhan harus dimulai dari awal lagi.

Dampak Memencet Jerawat yang Perlu Kamu Tahu

Mari kita lihat satu per satu, supaya kamu bisa memahami kenapa dokter kulit hampir selalu melarang kebiasaan ini.

Jerawat Jadi Makin Meradang dan Lama Sembuh

Jerawat yang dibiarkan biasanya sembuh dalam beberapa hari sampai satu minggu. Jerawat yang dipencet bisa memakan waktu lebih lama karena kulit harus memperbaiki luka tambahan. Area yang tadinya hanya bengkak ringan bisa jadi merah menyala, terasa panas, dan sensitif saat disentuh.

Bakteri Menyebar dan Muncul Jerawat Baru

Jari kita membawa banyak bakteri, bahkan setelah dicuci sekalipun. Saat jari menyentuh area yang sudah meradang, bakteri bisa masuk ke luka kecil yang terbentuk. Selain itu, nanah yang keluar dan mengenai kulit sekitarnya bisa menyumbat pori-pori lain. Tidak heran kalau setelah memencet satu jerawat, tiba-tiba muncul dua atau tiga jerawat baru di dekatnya.

Bekas Jerawat Berupa Noda Gelap

Ini salah satu dampak yang paling sering dikeluhkan. Peradangan yang berlebihan memicu kulit memproduksi pigmen lebih banyak di area tersebut, sehingga muncul noda cokelat atau kemerahan yang disebut hiperpigmentasi pasca-inflamasi. Pada kulit sawo matang hingga gelap, noda ini cenderung lebih mudah muncul dan bisa bertahan berbulan-bulan sebelum memudar.

Bopeng dan Bekas Luka Permanen

Dampak yang paling sulit diatasi adalah bekas jerawat berupa lubang kecil atau jaringan parut. Saat kulit rusak cukup dalam, tubuh memperbaikinya dengan kolagen yang bentuknya tidak sama dengan kulit semula. Hasilnya adalah permukaan kulit yang tidak rata. Berbeda dengan noda gelap yang bisa pudar sendiri, bopeng biasanya memerlukan perawatan dari dokter kulit.

Infeksi Kulit yang Perlu Penanganan Medis

Pada kasus tertentu, luka bekas pencetan bisa terinfeksi. Tandanya antara lain nyeri yang makin hebat, kulit di sekitarnya terasa hangat, bengkak melebar, dan keluar nanah berulang. Kalau kamu mengalami ini, sebaiknya segera periksa ke dokter, karena infeksi yang dibiarkan bisa memperburuk kondisi kulit.

Kenapa Kita Susah Berhenti Memencet Jerawat?

Kalau sudah tahu risikonya, kenapa tetap saja dilakukan? Jawabannya cukup manusiawi. Jerawat yang menonjol terasa mengganggu, apalagi kalau terlihat jelas di depan cermin. Ada rasa puas saat isinya keluar, seolah masalah langsung selesai. Padahal kepuasan itu hanya sementara.

Kebiasaan ini juga sering muncul saat kita sedang stres, bosan, atau terlalu lama bercermin dengan pencahayaan terang. Salah satu cara menguranginya adalah menjauhkan diri dari cermin pembesar, dan tidak memeriksa kulit terlalu sering. Kalau tangan mulai bergerak otomatis ke wajah, coba alihkan dengan memegang benda lain atau mencuci tangan dulu. Langkah kecil ini cukup membantu memutus kebiasaan.

Terlanjur Memencet Jerawat? Lakukan Ini Segera

Tenang, jangan panik dan jangan menyalahkan diri sendiri. Yang penting adalah apa yang kamu lakukan sesudahnya. Berikut langkah yang bisa kamu coba:

  1. Cuci wajah dengan pembersih yang lembut dan air bersih, jangan digosok keras.
  2. Kompres dingin selama beberapa menit untuk mengurangi bengkak dan rasa nyeri.
  3. Oleskan salep atau gel antiseptik tipis jika kulit terluka atau berdarah.
  4. Jangan sentuh lagi area tersebut dan biarkan kulit memulihkan diri.
  5. Gunakan tabir surya setiap pagi, karena sinar matahari bisa membuat noda bekas jerawat lebih gelap.

Hindari mengoleskan bahan rumahan seperti pasta gigi, perasan jeruk nipis, atau bawang putih. Bahan-bahan ini bisa membuat kulit iritasi, kering, bahkan terbakar, sehingga bekasnya malah lebih sulit hilang.

Cara Aman Membuat Jerawat Cepat Mengempis

akibat memencet jerawat

Daripada dipencet, ada beberapa pilihan yang lebih bersahabat untuk kulitmu.

Gunakan Bahan Aktif Sesuai Jenis Jerawat

Untuk jerawat yang sudah meradang, produk dengan benzoyl peroxide membantu mengurangi bakteri, sedangkan salicylic acid membantu membersihkan pori yang tersumbat. Oleskan tipis hanya pada area jerawat, bukan seluruh wajah, supaya kulit tidak kering berlebihan. Kalau kulitmu sensitif, mulai dari pemakaian dua sampai tiga kali seminggu.

Pakai Pimple Patch

Stiker jerawat atau pimple patch bekerja dengan menyerap cairan dari jerawat sekaligus menutupinya dari sentuhan tangan. Pilihan ini cocok untuk jerawat yang sudah berisi nanah dan berkepala putih. Selain membantu penyembuhan, patch juga mencegah kamu memencetnya tanpa sadar.

Kompres Hangat untuk Jerawat Batu

Jerawat besar yang terasa nyeri dan tidak punya kepala sebaiknya tidak dipencet sama sekali. Kompres hangat selama sekitar sepuluh menit, dua sampai tiga kali sehari, bisa membantu melancarkan peredaran darah di area itu dan mempercepat jerawat matang atau mengempis dengan sendirinya.

Konsultasi ke Dokter Kulit

Kalau jerawat sering muncul, berukuran besar, atau meninggalkan bekas, konsultasi ke dokter kulit adalah pilihan terbaik. Dokter bisa memberikan obat yang sesuai kondisi kulitmu, dan bila diperlukan, melakukan ekstraksi jerawat secara steril dengan alat yang tepat. Ini berbeda jauh dari memencet sendiri di rumah.

Kapan Jerawat Boleh Dikeluarkan?

Banyak orang bertanya, apakah ada jerawat yang boleh dipencet? Secara umum, jerawat yang memang sudah matang, berkepala putih, dan berada di permukaan kulit memang lebih mudah mengeluarkan isinya. Namun itu pun sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional.

Jika kamu benar-benar ingin melakukannya sendiri, pastikan tangan dan wajah bersih, gunakan kapas atau tisu steril untuk menekan dengan lembut, dan berhenti jika isinya tidak keluar dalam satu atau dua kali tekan. Jangan memaksa, dan jangan menggunakan kuku atau jarum. Jerawat batu, jerawat tanpa kepala, dan jerawat di area segitiga wajah sekitar hidung dan mulut sebaiknya tidak dipencet sama sekali.

Kebiasaan Kecil yang Membantu Mencegah Jerawat Muncul

Mencegah tentu lebih mudah daripada mengobati. Bersihkan wajah dua kali sehari dengan sabun wajah yang sesuai jenis kulit, dan jangan lupa membersihkan sisa make up sebelum tidur. Ganti sarung bantal secara berkala, karena kotoran dan minyak bisa menumpuk di sana. Biasakan juga tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, serta bersihkan layar ponsel yang sering menempel di pipi.

Pola makan dan istirahat juga berpengaruh. Kurang tidur dan stres bisa memicu hormon yang meningkatkan produksi minyak, sedangkan makanan tinggi gula dan olahan susu pada sebagian orang dikaitkan dengan jerawat yang lebih sering muncul. Tidak harus ekstrem, cukup perhatikan apa yang terasa memicu kulitmu.

Jadi, Masih Tergoda untuk Memencetnya?

Sekarang kamu sudah tahu bahwa akibat memencet jerawat tidak sesederhana yang dibayangkan. Mulai dari peradangan yang makin parah, jerawat baru yang bermunculan, noda gelap, bopeng, hingga risiko infeksi, semuanya bisa muncul hanya karena rasa gatal tangan sesaat. Memberi waktu pada kulit untuk memulihkan diri jauh lebih aman, dan hasilnya terasa lebih baik dalam jangka panjang.

Kalau jerawat sudah telanjur dipencet, tidak perlu panik. Bersihkan area itu dengan lembut, kompres, jangan disentuh lagi, dan lindungi dari matahari. Bila jerawatmu sering kambuh atau meninggalkan bekas, dokter kulit siap membantu mencari solusi yang paling cocok.

Nah, kamu sendiri termasuk yang susah menahan diri untuk tidak memencet jerawat? Pernah punya pengalaman bekas jerawat yang lama hilang, atau punya cara jitu supaya jerawat cepat kempis? Ceritakan di kolom komentar ya, siapa tahu pengalamanmu bisa membantu pembaca Lifestyle People lainnya.

Baca juga: Apa Efek Dari Akibat Memencet Jerawat?

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai konten informatif dan referensi gaya hidup dengan mengolah berbagai sumber publik serta informasi berbasis teknologi. Informasi yang dimuat bertujuan untuk kebutuhan bacaan dan inspirasi, serta tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional, rekomendasi resmi, maupun rujukan hukum. Segala keputusan yang diambil berdasarkan artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Privacy Policy Lifestyle-people.com.

Written By

More From Author