lifestyle people – Pernah merasa produk makanan rumahanmu sudah enak dan laku, tapi masih ragu menjual lebih luas karena belum punya izin? Banyak pelaku usaha yang akhirnya mencari cara membuat pirt online supaya produknya resmi dan bisa masuk marketplace atau toko dengan tenang. Prosesnya sekarang jauh lebih praktis dibanding dulu yang harus bolak-balik kantor.
Kamu mungkin sudah dengar bahwa izin ini penting untuk membangun kepercayaan pembeli. Lifestyle People yang menjalankan usaha pangan rumahan sering bilang bahwa memiliki nomor PIRT membuat mereka lebih percaya diri menawarkan produk ke pelanggan baru. Selain itu, beberapa platform jual beli online memang mensyaratkan legalitas ini.
Yuk lanjut baca supaya kamu tahu syarat, langkah detail, hingga perkiraan biaya yang perlu disiapkan. Setelah selesai, kamu bisa langsung mulai mengurusnya dari rumah tanpa perlu bingung lagi.
Apa Itu PIRT dan Kenapa Harus Diurus?
PIRT atau yang sekarang resmi disebut SPP-IRT adalah sertifikat yang menunjukkan produk pangan industri rumah tangga sudah memenuhi standar keamanan dasar. Sertifikat ini diterbitkan melalui Dinas Kesehatan kabupaten atau kota dan berlaku selama lima tahun. Dengan memiliki nomor ini, kamu boleh mencantumkannya di kemasan sebagai tanda bahwa produk sudah melalui proses pemeriksaan yang sah.
Banyak pembeli sekarang lebih selektif. Mereka cenderung memilih produk yang jelas legalitasnya, terutama untuk makanan yang dikonsumsi keluarga. Selain itu, memiliki PIRT membuka peluang lebih besar untuk masuk ke minimarket lokal, event bazar, atau bekerja sama dengan reseller. Tanpa izin ini, ruang gerak usaha sering terasa terbatas.
Proses pengurusan kini terintegrasi antara sistem OSS dan aplikasi SPPIRT milik BPOM. Artinya sebagian besar tahap bisa dilakukan secara online. Kamu tetap perlu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk penyuluhan dan pemeriksaan sarana, tapi pengajuan awalnya sudah jauh lebih mudah.
Bagi kamu yang baru memulai atau sudah berjalan tapi belum berizin, mengurus PIRT menjadi langkah penting supaya usaha lebih stabil dan terlindungi secara hukum. Produk yang sudah berizin juga cenderung lebih mudah dipercaya saat kamu ingin memperluas jangkauan penjualan.
Syarat yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Mulai
Sebelum masuk ke sistem online, pastikan beberapa dokumen dan persiapan sudah lengkap. Kamu membutuhkan KTP pemilik usaha yang masih berlaku, NPWP jika sudah punya, serta Nomor Induk Berusaha atau NIB yang didapat dari OSS. NIB menjadi syarat utama yang tidak bisa dilewati.
Selain itu, siapkan rancangan label kemasan yang sudah memenuhi ketentuan. Label biasanya harus memuat nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, nama dan alamat produsen, serta nantinya nomor PIRT. Foto produk dan kemasan juga sering diminta saat pengisian data.
Tempat produksi harus memenuhi standar kebersihan dasar. Dapur atau area pengolahan sebaiknya bersih, memiliki alur yang jelas antara bahan mentah dan produk jadi, serta peralatan yang mudah dibersihkan. Beberapa daerah meminta denah lokasi sederhana sebagai lampiran.
Yang tidak kalah penting adalah kesediaan mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan atau PKP. Ini adalah pelatihan wajib yang biasanya diselenggarakan Dinas Kesehatan. Di situ kamu akan mendapat materi tentang cara produksi yang baik, sanitasi, dan penyimpanan yang aman. Setelah selesai, kamu mendapat bukti keikutsertaan yang diperlukan untuk proses selanjutnya.
Langkah Detail Cara Membuat PIRT Online

Langkah pertama adalah memastikan kamu sudah punya akun di oss.go.id. Jika belum, daftar menggunakan NIK sesuai KTP. Setelah login, lengkapi data usaha sampai NIB terbit. Pastikan KBLI yang dipilih sesuai dengan jenis produk pangan yang kamu produksi, misalnya industri makanan ringan atau minuman.
Setelah NIB aktif, masuk ke menu Perizinan Berusaha lalu pilih Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha atau UMKU khusus SPP-IRT. Sistem OSS akan mengarahkan kamu ke aplikasi sppirt.pom.go.id. Di sana kamu bisa memilih pengajuan produk baru.
Isi data produk dengan lengkap. Masukkan nama produk, jenis pangan, komposisi bahan, proses produksi secara singkat, jenis kemasan, cara penyimpanan, dan masa simpan. Unggah rancangan label dan pernyataan pemenuhan komitmen sesuai format yang diminta. Pastikan semua data akurat supaya tidak perlu revisi berulang.
Setelah data lengkap, sistem akan melakukan validasi. Jika semuanya sesuai, nomor PIRT bisa langsung digenerate. Namun proses belum selesai sampai di situ. Kamu masih perlu memenuhi komitmen dengan mengikuti PKP dan menerima pemeriksaan sarana produksi dari Dinas Kesehatan setempat. Setelah semua tahap dilalui, sertifikat resmi bisa diunduh.
Waktu yang dibutuhkan bervariasi. Pengisian data online bisa selesai dalam hitungan jam jika dokumen sudah siap. Sementara koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pemeriksaan lapangan biasanya memakan waktu satu hingga beberapa minggu, tergantung antrean di daerahmu.
Berapa Biaya yang Perlu Disiapkan?
Pendaftaran resmi melalui OSS dan SPPIRT tidak dipungut biaya oleh pemerintah. Namun ada beberapa komponen yang biasanya muncul. Biaya Penyuluhan Keamanan Pangan berkisar antara seratus lima puluh ribu hingga tiga ratus ribu rupiah, tergantung penyelenggara dan kebijakan daerah. Beberapa daerah bahkan membebaskan biaya ini untuk UMKM.
Pemeriksaan sarana produksi oleh petugas Dinas Kesehatan kadang dikenakan biaya administrasi kecil, atau bisa gratis. Uji laboratorium hanya diperlukan jika diminta khusus, dan biayanya bervariasi. Yang pasti perlu disiapkan adalah biaya desain dan cetak label kemasan supaya sesuai ketentuan.
Kalau kamu mengurus sendiri, total pengeluaran umumnya lebih terkendali. Beberapa orang memilih jasa pendampingan untuk mempercepat proses, dan itu tentu menambah biaya. Yang penting, hindari calo yang menjanjikan proses terlalu cepat dengan biaya tinggi karena bisa berisiko.
Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Mengurus PIRT
Jangan menunda pengurusan sampai produk sudah banyak dijual. Lebih baik urus sejak awal supaya tidak terkendala saat ingin masuk platform atau bekerja sama dengan pihak lain. Pastikan juga jenis produkmu termasuk kategori yang boleh menggunakan PIRT. Produk berisiko tinggi seperti susu, daging olahan tertentu, atau makanan kaleng biasanya harus mengurus izin edar BPOM yang berbeda.
Perhatikan masa berlaku. Sertifikat berlaku lima tahun dan bisa diperpanjang. Catat tanggal berakhirnya supaya tidak kedaluwarsa tanpa disadari. Saat perpanjangan, prosesnya juga dilakukan secara online melalui sistem yang sama.
Jaga konsistensi kebersihan tempat produksi meski sudah dapat izin. Petugas bisa melakukan pengawasan sewaktu-waktu. Kalau kondisi sarana menurun, izin bisa bermasalah. Selalu update label jika ada perubahan komposisi atau kemasan.
Hindari mengisi data asal-asalan di sistem. Kesalahan kecil seperti alamat tidak sesuai atau komposisi tidak lengkap bisa membuat proses tertunda. Lebih baik periksa berkali-kali sebelum mengirim.
Mengurus cara membuat pirt online sekarang terasa lebih mudah karena sebagian besar tahap bisa dilakukan dari rumah. Dengan menyiapkan dokumen yang lengkap, mengikuti penyuluhan, dan menjaga standar produksi, kamu bisa mendapatkan nomor resmi yang membuat produk lebih dipercaya pasar. Legalitas ini bukan sekadar syarat, tapi investasi untuk pertumbuhan usaha jangka panjang.
Kalau kamu sudah berhasil mengurus PIRT atau sedang dalam proses, ceritakan pengalamanmu di komentar. Ada kendala tertentu di daerahmu atau tips yang ingin dibagikan? Yuk saling berbagi supaya pelaku usaha lain juga lebih mudah melewati tahap ini.
Baca juga:
