Lifestyle People – Kamu mungkin sudah sering mendengar dua nama populer di dunia skincare ini: AHA dan BHA. Keduanya sama-sama eksfoliator kimia yang membantu kulit terlihat lebih halus, cerah, dan bersih, tetapi cara kerjanya ternyata sangat berbeda. Saat pertama kali mencari tahu tentang pakai BHA vs AHA, banyak orang justru tambah bingung karena keduanya punya kelebihan masing-masing. Di sinilah banyak yang mulai bertanya-tanya, “Aku harus pilih yang mana? Kulitku lebih cocok pakai apa? Dan kapan waktu terbaik untuk memakainya?”
Rasa ingin tahu itu sangat wajar, karena memilih eksfoliator yang tepat memang bisa mengubah kondisi kulit secara signifikan. Jika sebelumnya kulit terlihat kusam, mudah berjerawat, atau tidak rata, eksfoliasi yang sesuai bisa membantu memperbaiki semuanya secara bertahap. Kamu tidak perlu jadi ahli untuk memahami cara kerja kandungan ini. Dengan penjelasan yang santai, friendly, dan relatable, kamu bisa merasa lebih yakin sebelum menambahkan AHA atau BHA ke rutinitas harianmu.
Kamu juga mungkin sedang mencari jawaban yang lebih mendalam. Mungkin kamu pernah mencoba salah satunya dan malah iritasi, atau kamu merasa efeknya kurang maksimal. Bisa jadi kamu juga ingin mengombinasikan keduanya, tapi takut salah langkah. Artikel ini akan membahas semuanya secara lengkap, tetapi tetap ringan dibaca dari awal hingga akhir. Tujuannya supaya kamu benar-benar memahami kebutuhan kulitmu tanpa harus merasa terbebani oleh istilah yang rumit.
Apa Sebenarnya AHA dan BHA, dan Kenapa Banyak Dibicarakan?
AHA dan BHA sama-sama termasuk dalam kategori eksfoliator kimia, yang bertugas membantu mengangkat sel kulit mati secara lembut. Tubuhmu sebenarnya sudah melakukan proses ini secara alami, tetapi seiring usia, stres, sinar matahari, hingga polusi, regenerasi ini jadi lebih lambat. Kulit pun tampak kusam, pori-pori terlihat besar, makeup terasa kurang menyatu, dan muncul berbagai masalah lain.
AHA (Alpha Hydroxy Acid) seperti glycolic acid dan lactic acid bekerja di lapisan permukaan kulit. Kandungan ini menyukai air sehingga cocok untuk mengatasi kulit kusam, warna kulit tidak merata, serta tekstur yang terasa kasar. Ketika dipakai secara konsisten, kulit terlihat lebih halus dan glowing secara alami. Banyak orang dengan kulit kering atau normal merasakan manfaat besar dari AHA karena efeknya yang membantu melembapkan sekaligus meratakan warna kulit.
Sementara itu, BHA (Beta Hydroxy Acid) yang paling dikenal adalah salicylic acid. BHA memiliki sifat larut minyak sehingga bisa masuk ke dalam pori-pori. Itulah yang membuatnya menjadi kandungan favorit untuk kamu yang punya masalah kulit berminyak, mudah berjerawat, atau pori-pori tersumbat. Dengan membersihkan bagian dalam pori, kulit terasa lebih bersih dan produksi minyak jadi lebih terkontrol.
Keduanya sama-sama efektif, tetapi kebutuhan kulit setiap orang berbeda. Memahami karakter masing-masing kandungan akan memudahkan kamu memilih. Semakin tepat pilihanmu, semakin besar peluang kulit tampak sehat, cerah, dan seimbang.
Kapan Pakai BHA vs AHA? Ini Cara Memilih Sesuai Kondisi Kulit
Mungkin kamu merasa kondisi kulitmu sering berubah-ubah. Ada hari saat kulit tampak kusam, tetapi di lain waktu malah muncul jerawat hormonal atau minyak berlebih. Di sinilah banyak orang bingung, kapan pakai BHA vs AHA agar hasilnya maksimal?
Jika tujuanmu adalah meratakan warna kulit, mengatasi kulit kusam, memperbaiki tekstur yang tidak rata, atau membuat makeup tampak lebih flawless, AHA bisa menjadi pilihan utama. Kandungan ini bekerja di permukaan sehingga cocok untuk masalah-masalah yang terlihat langsung. Misalnya saat kamu merasa kulit terlihat “capek” atau permukaan kulit terasa kasar, AHA membantu memperbaiki kondisi tersebut secara lembut.
Di sisi lain, jika kamu sering menghadapi masalah pori-pori besar, komedo membandel, jerawat, atau kulit berminyak, BHA adalah produk yang bisa menjadi penyelamat. Karakter BHA yang larut dalam minyak membuatnya bisa menembus lebih dalam, mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori dan mencegah munculnya jerawat baru.
Beberapa orang bahkan membutuhkan keduanya dalam satu rutinitas, tetapi biasanya digunakan di hari yang berbeda agar kulit tetap aman. Kombinasi ini bisa bekerja baik, terutama untuk kamu yang memiliki kulit kombinasi. Misalnya zona T berminyak dan mudah berjerawat, tetapi bagian pipi tampak kusam. Dengan pemakaian yang seimbang, kulit bisa terasa lebih terkontrol tanpa merasa kering.
Kunci utamanya adalah mendengarkan kondisi kulitmu setiap hari. Kulit akan memberikan sinyal saat butuh bantuan. Jika tampak kusam, pilih AHA. Jika pori-pori terasa penuh dan muncul komedo, saatnya BHA bekerja.
Cara Pakai yang Tepat Agar Kulit Tidak Iritasi
Banyak orang ragu memakai eksfoliator kimia karena takut kulit menjadi tipis atau merah. Padahal, kalau dipakai dengan benar, AHA dan BHA bisa memberikan hasil yang sangat baik tanpa membuat kulit terasa perih. Yang terpenting adalah memahami frekuensi pemakaian dan kondisi kulit di hari itu. Tidak semua orang perlu memakainya setiap hari, bahkan beberapa kulit justru lebih cocok 2–3 kali seminggu.
Eksfoliator digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum pelembap. Jika kamu baru pertama kali mencoba, mulai dari konsentrasi rendah agar kulit dapat beradaptasi. Perhatikan juga kandungan lain dalam rutinitasmu. Jika kamu menggunakan retinol atau vitamin C yang cukup kuat, beri jeda dan jangan digunakan bersamaan dengan eksfoliator pada waktu yang sama.
Kamu juga bisa memerhatikan reaksi kulit keesokan harinya. Jika terasa lebih halus, merona sehat, dan tidak ada rasa perih, itu tandanya produk bekerja dengan baik. Namun jika kulit tampak memerah, perih, atau terasa sangat kering, kurangi frekuensinya. Kadang kulit hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
Satu hal penting lainnya adalah pemakaian sunscreen di pagi hari. AHA dan BHA membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, jadi perlindungan ekstra sangat membantu. Dengan kebiasaan ini, kulit tetap aman dan hasil eksfoliasi terlihat lebih optimal.
Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Memakai AHA atau BHA
Meskipun AHA dan BHA aman digunakan, ada beberapa catatan penting yang perlu kamu perhatikan. Pertama, hindari mengombinasikan eksfoliator terlalu banyak dalam satu waktu. Misalnya memakai AHA, BHA, lalu ditambah scrub fisik. Kombinasi berlebihan justru membuat skin barrier melemah.
Kedua, pastikan kulitmu dalam kondisi sehat saat mulai menggunakan eksfoliator. Jika sedang iritasi atau sangat kering, beri waktu kulit untuk pulih dulu. Setelah itu baru kembali memakai AHA atau BHA secara bertahap.
Ketiga, jangan menggunakan eksfoliator di area yang sangat sensitif seperti mata. Kulit di area tersebut jauh lebih tipis sehingga butuh perlakuan berbeda.
Terakhir, pilih produk dengan formula yang baik dan sesuai kebutuhan kulitmu. Kadang satu produk yang terlalu kuat bisa membuat kulit stres. Mulailah dari yang ringan, kemudian tingkatkan sesuai toleransi kulit.
Apakah Boleh Mengombinasikan AHA dan BHA?
Boleh, tetapi tidak harus. Banyak orang berhasil mendapatkan kulit yang lebih teratur dan bersih dengan mengombinasikan keduanya. Namun, cara pemakaiannya sebaiknya bertahap dan tidak dilakukan di hari yang sama kalau kulitmu masih sensitif.
Salah satu cara yang aman adalah menggunakan AHA di malam tertentu untuk mencerahkan dan meratakan tekstur, lalu memakai BHA di hari lain untuk membersihkan pori. Dengan pola seperti ini, kulit mendapatkan manfaat dari keduanya tanpa merasa kewalahan.
Jika kamu memiliki kulit kombinasi, pola pemakaian terpisah sering memberikan hasil yang seimbang. Zona T terasa lebih bersih dan terkontrol berkat BHA, sementara pipi terlihat lebih glowing dan lembap berkat AHA. Yang terpenting, selalu pantau reaksi kulitmu. Jika terasa baik, lanjutkan. Jika mulai merah atau kering, kurangi frekuensi.
Kesimpulan: AHA atau BHA? Keduanya Bisa Menjadi Sahabat Kulitmu
Memahami kapan pakai BHA vs AHA membuat kamu lebih mudah menentukan skincare yang paling sesuai. Kamu tidak perlu bingung lagi karena keduanya punya fungsi yang saling melengkapi. Ketika dipakai dengan cara yang tepat, kulit terasa lebih cerah, teratur, dan bersih secara alami.
Jika kamu merasa masih ragu memilih atau butuh rekomendasi yang lebih personal, kamu bisa mencoba konsultasi ke klinik kecantikan terdekat. Di sana kondisi kulitmu bisa dilihat secara langsung sehingga rekomendasi yang diberikan lebih akurat. Jangan ragu untuk berbagi pengalamanmu juga. Kamu bisa cerita apakah pernah mencoba AHA, BHA, atau keduanya sekaligus dan bagaimana reaksi kulitmu.
Kamu bisa meninggalkan komentar tentang pengalaman eksfoliasi atau pendapatmu mengenai kandungan ini. Atau kalau ingin cari tempat perawatan kulit yang tepercaya, kamu bisa cek Eva Mulia Clinic Terdekat untuk mendapatkan rekomendasi treatment dan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
