Categories BEAUTY & HEALTH

Apakah Kamu Punya Neutral Undertone? Cari Tahu Sekarang Biar Makeup-mu Makin Pas!

lifestyle people – Pernahkah kamu merasa foundation yang dibeli di toko selalu terlihat aneh di wajah? Bukan terlalu putih atau terlalu gelap, tapi seolah warnanya tidak menyatu sempurna. Banyak orang mengalami hal yang sama, dan seringkali masalahnya terletak pada undertone kulit. Kalau kamu mulai penasaran apakah kulitmu termasuk yang netral, artikel ini bisa jadi teman ngobrol yang pas buat kamu.

Mengetahui undertone itu penting banget, terutama buat yang suka coba-coba produk makeup atau skincare. Neutral undertone sering dianggap yang paling fleksibel karena bisa cocok dengan hampir semua warna. Tapi bagaimana cara memastikannya? Yuk, kita bahas pelan-pelan biar kamu bisa lebih yakin dengan pilihan produk yang dipakai sehari-hari.

Banyak yang bilang kulit netral itu seperti “jalan tengah” antara cool dan warm. Tapi sebenarnya lebih dari itu. Orang dengan neutral undertone biasanya punya fleksibilitas warna yang lebih luas, jadi foundation, blush, sampai lipstik bisa terlihat natural tanpa harus terlalu selektif. Kalau kamu sering bingung memilih shade, mungkin ini saatnya cek ulang kondisi kulitmu.

Kenapa Harus Tahu Apakah Kamu Neutral Undertone?

Mengetahui undertone kulit membantu kamu menghindari kesalahan kecil yang sering bikin makeup terlihat “off”. Bayangkan kamu sudah repot-repot matching foundation di toko, tapi begitu sampai rumah warnanya berubah jadi keabu-abuan atau terlalu kuning. Itu tanda bahwa pilihan shade belum sesuai dengan undertone-mu.

Neutral undertone biasanya muncul pada orang yang kulitnya tidak terlalu merah muda atau terlalu kuning. Warna dasar kulitnya cenderung seimbang. Manfaat terbesarnya adalah kamu bisa lebih bebas bereksperimen. Mau coba lipstik merah cerah? Biasanya tetap terlihat bagus. Mau pakai blush peach atau rose? Keduanya sering cocok. Bahkan untuk pakaian, warna-warna yang biasanya sulit dipadukan bisa lebih mudah disesuaikan.

Banyak yang merasa lega setelah tahu mereka punya neutral undertone karena pilihan produk jadi lebih banyak. Tidak perlu lagi takut salah pilih. Di sisi lain, orang dengan undertone yang jelas cool atau warm kadang harus lebih hati-hati. Jadi, kalau kamu merasa foundation selalu “hampir pas” tapi belum benar-benar menyatu, kemungkinan besar kamu berada di zona netral.

Selain makeup, undertone juga memengaruhi cara kulit bereaksi terhadap sinar matahari. Orang dengan neutral undertone cenderung tidak mudah terbakar parah atau menggelap drastis. Kulitnya lebih mudah menyesuaikan. Ini bisa jadi pertimbangan saat memilih sunscreen atau body lotion berwarna.

Cara Mudah Cek Apakah Kamu Neutral Undertone

Ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu coba di rumah. Yang paling sering digunakan adalah melihat warna pembuluh darah di pergelangan tangan. Coba angkat tangan di bawah cahaya alami. Kalau pembuluh darah terlihat hijau kebiruan campur, kemungkinan besar kamu punya neutral undertone. Kalau lebih dominan biru atau ungu, biasanya cool. Kalau hijau kuat, cenderung warm.

Cara kedua adalah tes perhiasan. Coba pakai gelang atau anting emas dan perak bergantian. Orang dengan neutral undertone biasanya terlihat bagus di keduanya. Tidak ada yang terlalu mencolok atau membuat kulit terlihat kusam. Kalau emas membuat wajah lebih cerah dan perak terasa “dingin”, mungkin undertone-mu warm. Sebaliknya kalau perak lebih flattering, kemungkinan cool.

Tes ketiga bisa dilakukan dengan kertas putih. Letakkan kertas putih di samping wajah di bawah cahaya siang. Perhatikan apakah kulit terlihat lebih kekuningan, kemerahan, atau seimbang. Kalau warnanya netral dan tidak condong ke salah satu sisi, kemungkinan besar kamu neutral.

Ada juga yang memakai metode “vein and sun test” sekaligus. Setelah melihat pembuluh darah, perhatikan bagaimana kulit bereaksi setelah terkena sinar matahari beberapa menit. Neutral undertone biasanya menggelap secara merata tanpa menjadi terlalu merah atau terlalu kuning.

Jangan lupa perhatikan juga warna natural bibir dan pipi. Orang dengan neutral undertone sering punya bibir yang tidak terlalu pink atau terlalu peach. Warnanya cenderung seimbang. Kalau kamu merasa makeup nude selalu terlihat bagus di bibir, itu bisa jadi petunjuk tambahan.

Tips Memilih Makeup yang Cocok untuk Neutral Undertone

undertone

Kalau sudah yakin kamu punya neutral undertone, saatnya memilih produk dengan lebih percaya diri. Foundation dengan label “neutral” atau “beige” biasanya paling aman. Hindari yang terlalu pink atau terlalu golden kecuali kamu sengaja ingin efek tertentu. Banyak brand sekarang sudah menyediakan shade netral di hampir semua range warna.

Untuk concealer, pilih yang tidak terlalu kuning atau terlalu peach. Shade yang netral akan menyatu lebih baik di bawah mata dan area yang ingin ditutupi. Blush juga lebih fleksibel. Kamu bisa mencoba warna dusty rose, soft coral, sampai mauvy tanpa khawatir terlihat aneh.

Lipstik jadi area yang paling menyenangkan. Neutral undertone biasanya bisa memakai hampir semua keluarga warna. Mau merah klasik, berry, nude, atau bahkan orange soft, semuanya berpeluang terlihat bagus. Coba mulai dari warna yang sering kamu pakai, lalu sesuaikan sedikit ke arah yang lebih hangat atau dingin sesuai mood.

Highlighter juga lebih mudah dipilih. Shade champagne atau soft gold biasanya paling flattering. Hindari yang terlalu silver atau terlalu copper ekstrem kecuali kamu suka efek bold. Untuk eyeshadow, palet dengan campuran warna netral, rose, dan soft brown sering menjadi pilihan favorit.

Jangan lupa skincare. Beberapa serum atau cream berwarna bisa memengaruhi tampilan foundation. Pilih yang transparan atau yang sudah disesuaikan dengan undertone netral agar tidak mengganggu hasil makeup.

Hal yang Sering Dilupakan Saat Menentukan Undertone

Banyak orang hanya mengandalkan satu metode lalu langsung menyimpulkan. Padahal hasil bisa berbeda tergantung pencahayaan. Selalu cek di bawah cahaya alami, bukan lampu kamar yang kuning atau putih kebiruan. Cahaya buatan bisa menipu warna kulit dan pembuluh darah.

Kulit juga berubah seiring musim. Di musim panas undertone bisa terlihat lebih hangat karena kulit lebih gelap, sementara di musim hujan bisa terlihat lebih netral atau sedikit cool. Jadi, tes ulang sesekali biar tetap akurat.

Jangan terlalu terpaku pada label di kemasan. Kadang foundation yang ditulis “cool” justru terlihat netral di kulitmu, atau sebaliknya. Yang paling penting adalah hasil akhir di wajah, bukan tulisan di botol.

Hindari juga membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan. Undertone setiap orang unik. Dua orang yang sama-sama netral bisa punya sedikit perbedaan yang membuat shade foundation mereka berbeda.

Kalau masih ragu, minta bantuan teman atau keluarga untuk melihat dari jarak dekat. Kadang orang lain lebih objektif menilai warna kulit kita. Atau coba di toko yang menyediakan tester dan pencahayaan bagus.

Kesimpulan

Mengetahui apakah kamu punya neutral undertone bukan soal mengikuti tren, tapi soal memahami kulit sendiri biar setiap produk yang dipakai terasa lebih nyaman dan menyatu. Dari tes pembuluh darah, perhiasan, sampai melihat reaksi di bawah cahaya alami, semua bisa dilakukan dengan mudah di rumah. Setelah tahu, pilihan foundation, blush, lipstik, dan bahkan pakaian jadi lebih menyenangkan karena kamu tidak lagi merasa terbatas.

Kulit dengan neutral undertone memang fleksibel, tapi tetap butuh perhatian kecil agar hasilnya maksimal. Coba praktikkan tips di atas, sesuaikan dengan kondisi kulitmu saat ini, dan jangan takut bereksperimen. Kalau kamu sudah mencoba beberapa cara di atas atau punya pengalaman unik saat mencari tahu undertone, bagikan di kolom komentar ya. Cerita kamu bisa membantu pembaca lain yang masih bingung. Yuk, saling tukar pengalaman!

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai konten informatif dan referensi gaya hidup dengan mengolah berbagai sumber publik serta informasi berbasis teknologi. Informasi yang dimuat bertujuan untuk kebutuhan bacaan dan inspirasi, serta tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional, rekomendasi resmi, maupun rujukan hukum. Segala keputusan yang diambil berdasarkan artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Privacy Policy Lifestyle-people.com.

More From Author