lifestyle people – Pernah nggak sih kamu merasa makeup yang dipakai temanmu terlihat glowing banget, tapi pas dicoba di wajahmu malah kusam atau ganjil? Atau baju warna tertentu yang katanya universal justru bikin kulitmu terlihat pucat dan lelah? Nah, salah satu rahasianya seringkali terletak pada sesuatu yang banyak orang belum terlalu perhatikan, yaitu undertone kulit. Memahami undertone kulit bukan hanya soal kecantikan semata, tapi juga tentang bagaimana kamu bisa merasa lebih percaya diri setiap hari karena pilihan warna yang kamu pakai benar-benar selaras dengan diri kamu.
Banyak orang mengira bahwa menentukan warna foundation atau memilih baju hanya berdasarkan warna kulit luar saja. Padahal, ada lapisan warna di bawah permukaan kulit yang disebut undertone yang jauh lebih menentukan. Kalau kamu belum tahu apa sebenarnya undertone kulit kamu, kemungkinan besar kamu sering merasa bingung kenapa beberapa warna selalu “nggak cocok” meski secara teori seharusnya bagus. Artikel ini akan mengajak kamu mengenal lebih dekat tentang cara mengetahui undertone kulit dengan cara yang santai dan mudah dipraktikkan di rumah.
Bayangkan saja betapa menyenangkan kalau kamu bisa langsung tahu warna lipstik mana yang bikin bibirmu terlihat lebih sehat, atau baju warna apa yang bisa membuat kulitmu terlihat cerah tanpa harus coba-coba berkali-kali. Dengan mengetahui undertone kulit, kamu nggak perlu lagi menghabiskan waktu dan uang untuk produk yang akhirnya hanya menumpuk di laci. Yuk, kita bahas lebih dalam supaya kamu bisa menemukan jawaban yang selama ini kamu cari.
Kenapa Sih Mengetahui Undertone Kulit Itu Penting Banget?
Mengetahui undertone kulit membawa banyak manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, kamu akan lebih mudah memilih foundation, concealer, dan bedak yang benar-benar menyatu dengan kulit. Foundation yang cocok dengan undertone biasanya terlihat natural, seolah-olah kamu tidak memakai apa-apa, tapi wajah tetap terlihat merata dan segar. Kalau undertone tidak cocok, hasilnya sering terlihat abu-abu, oranye, atau bahkan terlalu pucat di bawah cahaya tertentu.
Selain makeup, pemilihan warna pakaian juga jadi jauh lebih mudah. Orang dengan undertone hangat biasanya terlihat lebih hidup saat memakai warna-warna earthy seperti mustard, olive, atau terracotta. Sementara yang memiliki undertone dingin cenderung lebih bersinar dengan warna jewel tones seperti emerald, sapphire, atau fuchsia. Bahkan pemilihan perhiasan pun bisa dipengaruhi. Emas sering lebih flattering untuk undertone hangat, sedangkan perak biasanya lebih cocok untuk undertone dingin.
Yang lebih penting lagi, memahami undertone kulit membantu kamu menghargai keunikan diri sendiri. Setiap orang punya kombinasi yang berbeda, dan tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Dengan mengetahui karakteristik kulitmu, kamu jadi lebih bijak dalam memilih produk dan tidak mudah terbawa tren yang sebenarnya tidak cocok. Lifestyle People sering menekankan bahwa kecantikan sejati muncul saat kamu merasa nyaman dengan pilihan yang sesuai dengan diri sendiri, bukan sekadar mengikuti apa yang sedang viral.
Mau Coba? Tes Sederhana Ini Bisa Kamu Lakukan Sendiri di Rumah!
Ada beberapa cara mudah untuk mengetahui undertone kulit tanpa harus ke dokter atau klinik kecantikan. Salah satu yang paling populer adalah tes urat di pergelangan tangan. Coba perhatikan urat di bagian dalam pergelangan tanganmu di bawah cahaya alami. Kalau uratmu terlihat lebih hijau atau hijau kebiruan, kemungkinan besar kamu punya undertone hangat. Kalau lebih biru atau ungu, biasanya itu tanda undertone dingin. Sedangkan kalau warna uratnya campur antara hijau dan biru sehingga sulit ditentukan, kamu mungkin memiliki undertone netral.
Cara lain yang juga cukup akurat adalah tes perhiasan. Ambil dua jenis perhiasan, satu emas dan satu perak, lalu coba keduanya secara bergantian di dekat wajah. Perhatikan mana yang membuat kulitmu terlihat lebih cerah dan sehat. Kalau emas membuat wajahmu tampak lebih glowing, kemungkinan besar undertone kamu hangat. Sebaliknya, kalau perak yang lebih memancarkan cahaya alami di wajah, undertone dingin biasanya lebih mendominasi. Untuk yang netral, kedua jenis perhiasan biasanya terlihat sama-sama bagus.
Kamu juga bisa mencoba tes kertas putih. Ambil selembar kertas putih polos dan tempelkan di dekat wajah di bawah cahaya matahari pagi atau di dekat jendela. Bandingkan warna kulitmu dengan putihnya kertas. Kalau kulit terlihat lebih kekuningan atau peachy, itu mengarah ke undertone hangat. Kalau terlihat lebih pink atau kebiruan, biasanya dingin. Dan kalau terlihat abu-abu atau tidak jelas ke arah mana, netral bisa jadi jawabannya.
Ada juga metode yang melibatkan pakaian berwarna putih dan off-white. Coba pakai kaos putih murni dan kaos ivory atau krem secara bergantian. Perhatikan mana yang membuat kulitmu terlihat lebih segar. Putih murni sering lebih flattering untuk undertone dingin, sementara off-white cenderung lebih cocok untuk yang hangat. Lakukan tes ini di pagi hari saat pencahayaan masih lembut agar hasilnya lebih akurat.
Apa Saja yang Perlu Kamu Perhatikan Saat Melakukan Tes?

Meskipun tes-tes di atas cukup sederhana, ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi hasilnya. Pencahayaan sangat berperan penting. Cahaya kuning dari lampu pijar bisa membuat kulit terlihat lebih hangat dari sebenarnya, sementara cahaya putih dari lampu LED bisa membuatnya terlihat lebih dingin. Makanya, sebisa mungkin lakukan tes di bawah cahaya alami di siang hari.
Kondisi kulit juga berpengaruh. Kalau kamu sedang berjemur berlebihan atau baru saja mengalami iritasi, warna kulit sementara bisa berubah. Sebaiknya lakukan tes saat kulit dalam kondisi normal, tidak terlalu kering atau berminyak berlebih. Makeup yang masih menempel juga bisa mengaburkan penilaian, jadi pastikan wajah sudah dibersihkan terlebih dahulu.
Jangan terpaku pada satu metode saja. Coba kombinasikan beberapa tes untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Ada orang yang hasil tes uratnya mengarah ke hangat, tapi tes perhiasan menunjukkan dingin. Dalam kasus seperti ini, kemungkinan besar undertone kamu netral atau borderline. Tidak perlu khawatir, karena undertone netral justru memberikan fleksibilitas lebih besar dalam memilih warna.
Warna Apa Saja yang Cocok untuk Setiap Jenis Undertone?
Setelah mengetahui undertone kulit, kamu bisa mulai bereksperimen dengan warna yang lebih sesuai. Untuk undertone hangat, warna-warna seperti coral, peach, emas, cokelat karamel, dan hijau zaitun biasanya terlihat sangat natural. Lipstik dengan undertone oranye atau merah bata sering kali lebih flattering dibandingkan yang terlalu pink dingin.
Sementara untuk undertone dingin, warna seperti berry, mauve, rose gold, biru laut, dan ungu biasanya memberikan efek yang lebih menyegarkan. Foundation dengan sedikit undertone pink sering membantu menetralkan kemerahan alami yang sering muncul pada kulit dingin. Adapun undertone netral, kamu beruntung karena hampir semua warna bisa dicoba. Yang perlu diperhatikan hanyalah intensitas warnanya agar tidak terlalu mencolok atau terlalu pucat.
Hal-Hal yang Sebaiknya Dihindari Biar Hasilnya Nggak Menyesatkan
Ada beberapa kebiasaan yang justru bisa membuat penilaian undertone jadi kurang akurat. Salah satunya adalah terlalu mengandalkan filter kamera atau pencahayaan buatan di media sosial. Banyak foto yang sudah diedit sehingga warna kulit terlihat berbeda dari aslinya. Lebih baik percaya pada pengamatan langsung di cermin dengan cahaya alami.
Mengikuti saran orang lain tanpa mencoba sendiri juga kurang tepat. Apa yang cocok untuk teman belum tentu cocok untukmu, meskipun warna kulit luarnya terlihat mirip. Setiap orang punya karakteristik unik, termasuk bagaimana pigmen di bawah kulit bereaksi terhadap cahaya.
Terakhir, jangan terlalu kaku dengan hasil tes. Undertone bisa sedikit berubah seiring waktu karena faktor usia, hormon, atau paparan matahari. Yang terpenting adalah kamu tetap merasa nyaman dan percaya diri dengan pilihan yang kamu buat hari ini.
Mengetahui undertone kulit ternyata jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan, bukan? Dengan sedikit observasi dan beberapa tes ringan di rumah, kamu sudah bisa mendapatkan gambaran yang cukup jelas. Manfaatnya pun terasa langsung, mulai dari makeup yang lebih menyatu hingga pilihan pakaian yang selalu terasa “pas”. Tidak perlu lagi merasa bingung setiap kali ingin membeli produk baru atau memilih outfit untuk acara tertentu.
Sekarang giliran kamu untuk mencoba. Lakukan salah satu tes yang sudah dibahas dan amati hasilnya. Kalau sudah tahu undertone kulitmu, bagikan pengalamanmu di kolom komentar. Apakah hasilnya sesuai dengan dugaan awal, atau justru membuatmu terkejut? Yuk, ceritakan supaya kita bisa saling bertukar tips dan menemukan warna-warna baru yang membuat kita semua semakin percaya diri.
Baca juga:
