Categories BEAUTY & HEALTH

Mitos vs Fakta: Bolehkan Pakai Scrub Wajah Setiap Hari Biar Kulit Makin Glowing?

Lifestyle – Pakai scrub wajah sering dianggap sebagai jalan pintas supaya kulit terlihat lebih cerah, halus, dan bebas kusam. Banyak orang merasa setelah scrub, wajah langsung terasa bersih maksimal, licin, dan makeup jadi lebih nempel. Nggak heran kalau muncul pertanyaan klasik yang terus berulang: sebenarnya aman nggak sih pakai scrub wajah setiap hari?

Topik ini selalu menarik karena setiap orang punya pengalaman berbeda. Ada yang merasa kulitnya makin glowing setelah rutin scrub, tapi ada juga yang justru mengalami bruntusan, kemerahan, bahkan perih. Di sinilah mitos dan fakta sering tercampur, bikin bingung harus percaya yang mana.

Di artikel ini, kita bakal bahas pakai scrub wajah secara lebih dalam, santai, dan mudah dipahami. Kita kupas dari manfaatnya, mitos yang sering beredar, fakta berdasarkan kondisi kulit, sampai hal-hal penting yang sering luput diperhatikan. Jadi sebelum kamu memutuskan mau scrub setiap hari atau nggak, yuk baca sampai habis.

Kenapa Banyak Orang Suka Pakai Scrub Wajah?

Scrub wajah memang punya daya tarik tersendiri. Sensasi butiran scrub yang digosok perlahan ke kulit sering diasosiasikan dengan “kulit benar-benar bersih”. Nggak sedikit lifestyle people yang menyarankan eksfoliasi rutin karena dianggap bisa bikin wajah tampak lebih segar.

Secara fungsi, scrub termasuk eksfoliator fisik yang bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati di permukaan wajah. Sel kulit mati yang menumpuk bisa bikin kulit terlihat kusam, tekstur terasa kasar, dan pori-pori tampak lebih besar. Di sinilah scrub berperan.

Manfaat pakai scrub wajah yang sering dirasakan antara lain kulit terasa lebih halus, wajah terlihat lebih cerah, dan produk skincare berikutnya terasa lebih mudah menyerap. Untuk kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan, terpapar polusi, atau rutin pakai makeup tebal, scrub sering dianggap penyelamat ekstra.

Tapi, meskipun manfaatnya nyata, cara kerja scrub yang mengandalkan gesekan fisik ini juga punya risiko kalau nggak digunakan dengan bijak. Di sinilah pentingnya memahami batas aman agar manfaatnya tetap maksimal tanpa merusak skin barrier.

Mitos yang Sering Beredar Tentang Scrub Wajah

Salah satu mitos paling populer adalah anggapan bahwa semakin sering pakai scrub wajah, maka kulit akan semakin bersih dan sehat. Banyak yang berpikir kalau setiap hari scrub, sel kulit mati nggak sempat menumpuk, jadi wajah selalu dalam kondisi terbaik.

Ada juga mitos lain yang bilang kalau scrub aman untuk semua jenis kulit tanpa pengecualian. Padahal, kondisi kulit setiap orang berbeda, mulai dari yang berminyak, kering, sensitif, sampai acne prone. Reaksi kulit terhadap scrub pun jelas nggak bisa disamakan.

Mitos berikutnya yang cukup sering terdengar adalah scrub bisa menggantikan peran facial wash atau cleanser. Beberapa orang bahkan menggunakan scrub sebagai pembersih harian karena merasa hasilnya lebih “nendang”. Padahal, fungsi scrub dan pembersih wajah itu berbeda.

Yang paling berbahaya, ada kepercayaan bahwa rasa perih atau panas setelah scrub adalah tanda scrubnya bekerja. Faktanya, sensasi tidak nyaman justru bisa menjadi sinyal awal iritasi yang sebaiknya nggak diabaikan.

Jadi, Fakta Sebenarnya Bolehkah Pakai Scrub Wajah Setiap Hari?

Jawaban jujurnya: tidak untuk semua orang, dan tidak selalu disarankan. Pakai scrub wajah setiap hari cenderung terlalu keras untuk sebagian besar jenis kulit, terutama kulit sensitif dan kering.

Kulit punya siklus regenerasi alami. Dalam proses ini, sel kulit mati sebenarnya akan terlepas dengan sendirinya. Kalau kamu terlalu sering menggosok kulit dengan scrub, apalagi yang butirannya kasar, lapisan pelindung kulit bisa terkikis. Akibatnya, kulit jadi lebih mudah iritasi, kemerahan, bahkan breakout.

Untuk kulit berminyak sekalipun, scrub setiap hari bukan jaminan bebas masalah. Memang benar kulit berminyak cenderung lebih tebal, tapi eksfoliasi berlebihan bisa memicu produksi minyak berlebih sebagai mekanisme pertahanan. Alhasil, wajah justru makin berminyak dan rentan jerawat.

Beberapa orang dengan jenis kulit sangat tebal dan tidak sensitif mungkin merasa aman pakai scrub lebih sering. Namun tetap saja, kebanyakan dermatolog dan beauty expert sepakat bahwa frekuensi ideal scrub wajah biasanya hanya 1–2 kali seminggu, tergantung kondisi kulit.

Mengenal Jenis Scrub dan Pengaruhnya ke Kulit

Nggak semua scrub diciptakan sama. Ada scrub dengan butiran besar dan kasar, ada juga yang halus dan lembut. Ini penting banget karena jenis scrub sangat menentukan aman atau tidaknya dipakai sering.

Scrub dengan butiran alami yang terlalu kasar, seperti biji aprikot yang dihancurkan kasar, berisiko menyebabkan micro-tears di kulit. Luka kecil yang nggak terlihat ini bisa jadi pintu masuk bakteri dan bikin kulit gampang iritasi.

Sebaliknya, scrub dengan butiran sangat halus atau berbasis powder biasanya lebih gentle. Tapi tetap saja, meskipun terasa lembut, gesekan yang terjadi tetap bisa berdampak jika dilakukan setiap hari.

Sekarang juga banyak produk yang menggabungkan scrub fisik dengan kandungan soothing seperti aloe vera, centella asiatica, atau allantoin. Kandungan ini memang membantu menenangkan kulit, tapi bukan berarti kamu bisa bebas scrub tiap hari tanpa risiko.

Cara Pakai Scrub Wajah yang Lebih Aman dan Nyaman

Kalau kamu tetap ingin menikmati manfaat scrub, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan supaya kulit tetap happy. Cara pakai yang tepat sering kali lebih penting daripada frekuensinya.

Pertama, pastikan wajah dalam kondisi bersih sebelum scrub. Gunakan facial wash lembut agar kotoran di permukaan kulit tidak ikut tergesek dan menyebabkan iritasi. Saat mengaplikasikan scrub, usap dengan tekanan sangat ringan, cukup menggunakan ujung jari.

Gerakan memijat sebaiknya melingkar kecil dan pelan, terutama di area sensitif seperti pipi dan sekitar hidung. Hindari menggosok terlalu lama. Cukup 30–60 detik saja sudah cukup untuk membantu mengangkat sel kulit mati.

Setelah scrub, bilas dengan air bersuhu normal, lalu lanjutkan dengan hydrating toner dan pelembap. Kulit yang baru dieksfoliasi cenderung lebih sensitif, jadi hidrasi adalah kunci. Jangan lupa, penggunaan sunscreen di pagi hari jadi makin wajib setelah rutin scrub.

Kombinasi Scrub dengan Skincare Lain, Bolehkah?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah soal mengombinasikan scrub dengan produk aktif lain. Misalnya, boleh nggak scrub barengan dengan exfoliating toner, retinol, atau acid serum?

Jawabannya, sebaiknya hindari penggunaan bersamaan. Scrub sudah termasuk eksfoliasi fisik. Kalau ditumpuk dengan eksfoliasi kimia seperti AHA, BHA, atau PHA di hari yang sama, risiko over-exfoliation jadi lebih besar.

Kulit yang terlalu sering dieksfoliasi bisa menunjukkan tanda-tanda seperti perih saat pakai skincare, muncul kemerahan, tekstur terasa tipis, atau jerawat kecil yang meradang. Kalau ini terjadi, biasanya kulit sedang minta istirahat.

Lebih aman jika kamu mengatur jadwal. Misalnya, satu hari khusus scrub, dan hari lain fokus ke hydrating dan calming skincare. Dengan begitu, kulit tetap dapat manfaat tanpa harus “dipaksa”.

Tanda-Tanda Kulitmu Sudah Kelebihan Scrub

Kulit sebenarnya pintar memberi sinyal. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikannya karena merasa itu hal biasa. Beberapa tanda yang patut kamu waspadai antara lain kulit terasa perih saat cuci muka, muncul rasa panas setelah pakai skincare, atau wajah terlihat kemerahan tanpa sebab jelas.

Tekstur kulit yang awalnya halus bisa berubah jadi kasar atau terasa kering di beberapa area. Ini sering disalahartikan sebagai kurang scrub, padahal justru sebaliknya. Kulit yang barrier-nya rusak cenderung kehilangan kelembapan lebih cepat.

Kalau kamu merasakan tanda-tanda ini, sebaiknya hentikan dulu scrub dan fokus ke perawatan yang menenangkan. Memberi waktu kulit untuk pulih jauh lebih penting daripada memaksakan hasil instan.

Jadi, Perlu Nggak Sih Scrub Wajah Setiap Hari?

Kalau ditanya perlu atau tidak, jawabannya kembali ke kebutuhan kulit masing-masing. Namun secara umum, pakai scrub wajah setiap hari bukan keharusan dan sering kali tidak disarankan. Kulit nggak butuh eksfoliasi berlebihan untuk terlihat sehat.

Eksfoliasi yang tepat justru membantu kulit bekerja lebih optimal, bukan memaksanya. Dengan frekuensi yang sesuai dan cara pakai yang lembut, scrub bisa jadi teman baik dalam rutinitas skincare, bukan sumber masalah.

Ingat, kulit sehat itu bukan soal seberapa sering kamu menggosoknya, tapi seberapa baik kamu memahami kebutuhannya. Mendengarkan reaksi kulit jauh lebih penting daripada mengikuti tren semata.

Di akhir cerita, mitos dan fakta tentang scrub wajah memang perlu dilihat secara seimbang. Scrub bukan musuh, tapi juga bukan solusi untuk semua masalah kulit. Digunakan dengan bijak, manfaatnya terasa. Digunakan berlebihan, risikonya nyata.

Sekarang giliran kamu. Pernah nggak mencoba pakai scrub wajah lebih sering dari seharusnya? Atau justru menemukan frekuensi yang paling cocok buat kulitmu? Ceritakan pengalaman dan pendapat kamu di kolom komentar, siapa tahu bisa jadi insight berharga buat pembaca lain juga.

Written By

"Roda hidup terus berputar bagi sebagian orang, sisanya mah ya gitu-gitu aja."

More From Author

Leave a Reply