Pernah melihat wajah seseorang yang tampak lebih kencang dan segar, lalu penasaran apa rahasianya? Salah satu jawabannya bisa jadi thread lift. Kalau kamu sedang mencari tahu thread lift adalah treatment seperti apa, apakah aman, dan cocok untuk siapa, kamu ada di artikel yang tepat. Prosedur ini belakangan makin populer karena dianggap sebagai jalan tengah antara perawatan biasa dan operasi facelift.
Jawaban singkatnya: thread lift adalah prosedur estetika non-bedah yang menggunakan benang khusus yang dimasukkan ke bawah kulit untuk mengangkat dan mengencangkan area wajah yang mulai kendur. Benang ini juga merangsang tubuh memproduksi kolagen baru, sehingga kulit tampak lebih kenyal seiring waktu.
Hasilnya memang tidak permanen. Umumnya efek terlihat sekitar satu sampai dua tahun, tergantung jenis benang, kondisi kulit, dan gaya hidup. Di artikel ini, Lifestyle People akan membahas cara kerjanya, jenis benang yang dipakai, manfaat, prosedur, efek samping, sampai hal-hal yang perlu kamu siapkan sebelum memutuskan mencobanya.
Mengenal Thread Lift Lebih Dekat
Thread lift dikenal juga dengan sebutan face thread lift atau benang tanam wajah. Dokter akan memasukkan benang tipis yang bisa terserap tubuh ke lapisan bawah kulit menggunakan jarum halus atau kanula. Benang tersebut lalu ditarik atau diposisikan sedemikian rupa sehingga jaringan kulit yang turun terangkat ke posisi yang lebih tinggi.
Benang yang dipakai biasanya terbuat dari bahan seperti PDO (polydioxanone), PLLA (poly-L-lactic acid), atau PCL (polycaprolactone). Ketiganya sudah lama digunakan di dunia medis, misalnya sebagai benang jahit yang larut dengan sendirinya. Seiring waktu, benang akan terurai secara alami, tetapi kolagen yang terbentuk akibat rangsangannya masih bisa bertahan lebih lama.
Karena tidak memerlukan sayatan besar, proses pemulihannya jauh lebih singkat dibanding operasi facelift. Inilah yang membuatnya menarik bagi orang yang ingin tampil lebih segar tanpa harus menjalani bedah.
Bagaimana Cara Kerja Benang Ini di Kulit?
Ada dua mekanisme utama yang bekerja bersamaan. Pertama, efek mengangkat secara langsung. Benang yang memiliki kait kecil atau bergerigi akan menahan jaringan kulit sehingga posisinya naik dan terasa lebih kencang. Efek ini bisa terlihat segera setelah prosedur.
Kedua, efek stimulasi kolagen. Tubuh menganggap benang sebagai benda asing yang perlu direspons, lalu memproduksi kolagen baru di sekitarnya. Kolagen inilah yang membuat kulit terlihat lebih padat dan elastis. Proses ini berlangsung bertahap, sehingga banyak orang merasa hasil terbaik muncul sekitar dua sampai tiga bulan setelah tindakan.
Jenis Benang yang Umum Dipakai
Tidak semua benang sama, dan pemilihannya biasanya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi kulitmu.
Benang Halus atau Smooth Thread
Benang tanpa kait ini lebih berfungsi untuk merangsang kolagen dan memperbaiki tekstur kulit. Cocok untuk kamu yang kulitnya mulai kehilangan elastisitas, bertekstur kasar, atau ingin tampak lebih cerah, tapi belum mengalami kekenduran yang berat.
Benang Bergerigi atau Cog Thread
Benang ini memiliki kait kecil sehingga mampu mengangkat jaringan kulit yang turun. Biasanya dipilih untuk area pipi, garis rahang, dan alis yang mulai kendur. Efek lifting-nya lebih terasa dibanding benang halus.
Benang Spiral atau Screw Thread
Bentuknya melingkar dan dipakai untuk memberi volume sekaligus mengencangkan area tertentu, misalnya pipi atau lipatan di sekitar hidung dan mulut.
Dokter akan membantu menentukan jenis mana yang paling sesuai, bahkan kadang menggabungkan beberapa jenis dalam satu sesi.
Manfaat Thread Lift yang Sering Dicari
Ada beberapa alasan kenapa banyak orang tertarik mencoba treatment ini.
Mengencangkan kulit kendur. Area seperti pipi, garis rahang, dan leher bagian atas bisa terlihat lebih terangkat setelah prosedur.
Menyamarkan garis halus. Rangsangan kolagen membantu kulit tampak lebih padat sehingga garis halus terlihat lebih samar.
Membentuk kontur wajah. Garis rahang bisa tampak lebih tegas, dan wajah terlihat lebih ramping tanpa tindakan besar.
Waktu pemulihan singkat. Sebagian besar orang bisa kembali beraktivitas dalam beberapa hari, meski ada sedikit bengkak atau lebam di awal.
Risiko lebih rendah dibanding operasi. Karena minim sayatan, risiko komplikasi umumnya lebih kecil, selama dilakukan oleh dokter yang kompeten.
Siapa yang Cocok Menjalani Thread Lift?
Thread lift biasanya paling cocok untuk kamu yang kekenduran kulitnya masih ringan hingga sedang. Rentang usia yang umum menjalaninya sekitar akhir 30-an hingga 50-an, walaupun kondisi kulit tiap orang berbeda-beda.
Kalau kulitmu sudah sangat kendur dengan kelebihan kulit yang banyak, thread lift mungkin kurang memberi hasil yang maksimal. Dalam kondisi ini, dokter bisa menyarankan prosedur lain yang lebih sesuai. Itu sebabnya konsultasi awal sangat penting agar ekspektasimu realistis.
Seperti Apa Prosedurnya dari Awal sampai Selesai?

Banyak yang merasa tegang sebelum mencoba, jadi ada baiknya kamu tahu gambaran umumnya.
- Konsultasi. Dokter memeriksa kondisi kulit, menanyakan riwayat kesehatan, dan mendiskusikan hasil yang diharapkan.
- Persiapan. Wajah dibersihkan dan area yang akan diberi benang ditandai.
- Pembiusan lokal. Obat bius dioleskan atau disuntikkan agar kamu tidak merasa nyeri berlebihan.
- Pemasangan benang. Dokter memasukkan benang dengan jarum atau kanula, lalu mengatur posisinya.
- Penyelesaian. Area dibersihkan dan kamu diberi arahan perawatan setelahnya.
Seluruh prosedur biasanya memakan waktu sekitar 30 sampai 60 menit, tergantung jumlah benang dan area yang ditangani.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Kamu Waspadai
Walaupun tergolong minim invasif, thread lift tetap prosedur medis, jadi ada kemungkinan efek samping. Yang paling umum adalah bengkak, memar, rasa tidak nyaman, atau sensasi tertarik di area yang dipasang benang. Biasanya ini mereda dalam beberapa hari sampai satu atau dua minggu.
Risiko lain yang lebih jarang meliputi benang yang terasa atau terlihat di bawah kulit, permukaan kulit yang tidak rata, asimetri, infeksi, hingga benang yang bergeser. Karena itu, hasil sangat bergantung pada keahlian dokter dan kebersihan tempat tindakan. Pastikan kamu memilih klinik yang jelas izinnya dan dokter yang berpengalaman.
Hindari juga tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Benang yang tidak jelas asal-usulnya berisiko menimbulkan masalah pada kulitmu.
Perawatan Setelah Thread Lift agar Hasilnya Awet
Beberapa hari pertama setelah prosedur adalah waktu yang penting. Sebaiknya kamu menghindari memijat wajah, tidur dengan posisi telentang agar wajah tidak tertekan, dan membatasi ekspresi wajah yang berlebihan, seperti tertawa lebar atau menguap sangat lebar. Hindari juga olahraga berat, sauna, dan paparan panas ekstrem selama sekitar dua minggu.
Untuk jangka panjang, rajin memakai tabir surya setiap hari sangat membantu menjaga hasil, karena sinar matahari mempercepat kerusakan kolagen. Jaga juga asupan air, tidur cukup, dan pola makan seimbang. Jika ingin hasil lebih lama, tanyakan kepada dokter kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesi lanjutan.
Thread Lift atau Filler dan Botox, Mana yang Lebih Cocok?
Pertanyaan ini sering muncul, karena ketiganya sama-sama dikenal sebagai treatment anti-aging. Filler dipakai untuk mengisi volume yang hilang, misalnya di pipi atau area bawah mata. Botox bekerja dengan merelaksasi otot sehingga kerutan ekspresi tampak berkurang. Sementara thread lift fokus pada mengangkat dan mengencangkan kulit yang turun.
Karena fungsinya berbeda, ketiganya kadang dikombinasikan untuk hasil yang lebih menyeluruh. Misalnya, thread lift untuk mengangkat kontur, lalu filler untuk menambah volume di area yang cekung. Namun, kombinasi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan diputuskan bersama dokter.
Berapa Biayanya dan Apa yang Memengaruhinya?
Biaya thread lift sangat bervariasi. Faktor yang memengaruhi antara lain jenis dan jumlah benang, area yang ditangani, reputasi klinik, serta pengalaman dokter. Karena itu, sebaiknya kamu tidak hanya membandingkan harga, tapi juga kualitas bahan dan kredibilitas tempat tindakan. Tanyakan secara rinci apa saja yang sudah termasuk dalam paket, mulai dari konsultasi hingga kontrol setelahnya.
Jadi, Layak Dicoba atau Tidak?
Setelah membahas semuanya, bisa disimpulkan bahwa thread lift adalah pilihan menarik untuk kamu yang ingin kulit tampak lebih kencang dan wajah lebih terangkat tanpa operasi besar. Prosedurnya relatif singkat, pemulihannya cepat, dan hasilnya bisa terlihat natural bila dilakukan dengan benar. Namun, hasilnya tidak permanen dan tidak cocok untuk semua kondisi kulit.
Kunci utamanya ada pada ekspektasi yang realistis, pemilihan dokter dan klinik yang tepat, serta perawatan yang konsisten setelahnya. Kalau masih ragu, konsultasi dulu dengan dokter kulit atau dokter estetika bisa membantumu mengambil keputusan yang paling sesuai dengan kondisimu.
Nah, kamu sendiri tertarik mencoba thread lift, atau sudah pernah menjalaninya? Bagaimana pengalamanmu, dan apa yang paling membuatmu ragu sebelum mencobanya? Tuliskan di kolom komentar ya, siapa tahu ceritamu bisa membantu pembaca Lifestyle People lainnya yang sedang mempertimbangkan hal yang sama.
Baca juga: Thread Lift
Baca juga:
