Categories BUSINESS

Contoh Perjanjian Kerja Karyawan yang Lengkap, Apa Saja Isi yang Wajib Kamu Perhatikan?

lifestyle people – Saat menerima tawaran pekerjaan, mungkin kamu lebih fokus pada posisi, gaji, jam kerja, dan kapan mulai bekerja. Padahal, ada satu dokumen yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu perjanjian kerja. Melalui contoh perjanjian kerja, kamu bisa melihat bagaimana hubungan antara karyawan dan perusahaan dituangkan secara tertulis, mulai dari identitas para pihak, posisi pekerjaan, upah, sampai ketentuan berakhirnya hubungan kerja.

Perjanjian kerja bukan sekadar dokumen formal yang ditandatangani sebelum masuk kantor. Isinya dapat menjadi acuan bagi karyawan maupun perusahaan dalam memahami hak dan kewajiban masing-masing. Karena itu, membaca isi kontrak dengan teliti sebelum membubuhkan tanda tangan adalah hal yang cukup penting, terutama jika ada istilah yang belum kamu pahami.

Kalau kamu sedang mencari contoh kontrak kerja karyawan untuk tugas, kebutuhan administrasi bisnis, atau sekadar ingin memahami isi dokumen yang akan kamu tanda tangani, pembahasannya bisa dibuat lebih sederhana. Yuk, simak apa saja yang biasanya tercantum dalam perjanjian kerja, jenisnya, contoh formatnya, serta hal-hal yang sebaiknya tidak dilewatkan!

Kenapa Perjanjian Kerja Penting untuk Karyawan dan Perusahaan?

Perjanjian kerja pada dasarnya mengatur hubungan kerja antara pekerja dan pemberi kerja. Dokumen ini membantu menjelaskan pekerjaan yang dilakukan, hak yang diterima, kewajiban yang harus dijalankan, serta berbagai ketentuan yang disepakati oleh kedua pihak.

Bagi karyawan, keberadaan perjanjian kerja membuat informasi mengenai pekerjaan menjadi lebih jelas. Misalnya, kamu bisa mengetahui jabatan, lokasi kerja, besaran upah, waktu kerja, fasilitas tertentu, sampai ketentuan ketika hubungan kerja berakhir.

Sementara bagi perusahaan, kontrak kerja membantu memberikan kejelasan mengenai tanggung jawab karyawan dan ketentuan yang berlaku selama hubungan kerja. Jadi, perjanjian kerja seharusnya tidak hanya menguntungkan satu pihak, melainkan menjadi dasar hubungan kerja yang jelas dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Secara umum, perjanjian kerja di Indonesia dapat berbentuk PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan PKWTT atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. PP Nomor 35 Tahun 2021 mengatur antara lain mengenai PKWT, termasuk jenis pekerjaan, jangka waktu, dan uang kompensasi bagi pekerja PKWT.

Mau Membuat Kontrak Kerja? Apa Saja Isinya?

Sebelum melihat contoh perjanjian kerja, kamu perlu memahami komponen yang biasanya ada di dalamnya. Format setiap perusahaan memang dapat berbeda, tetapi informasi penting di dalamnya umumnya memiliki tujuan yang sama.

Bagian pertama adalah identitas para pihak. Dokumen biasanya mencantumkan nama perusahaan atau pemberi kerja serta nama karyawan. Untuk perusahaan, identitas dapat mencakup nama badan usaha dan alamat. Sementara identitas karyawan dapat mencakup nama lengkap dan informasi lain yang diperlukan untuk administrasi.

Setelah itu, ada bagian yang menjelaskan jabatan dan pekerjaan. Bagian ini penting karena memberikan gambaran mengenai posisi yang akan dijalankan. Sebaiknya uraian pekerjaan dibuat cukup jelas agar tidak menimbulkan perbedaan pemahaman setelah karyawan mulai bekerja.

Kemudian terdapat ketentuan mengenai upah atau gaji. Nominal upah perlu ditulis secara jelas, termasuk bila ada komponen tertentu seperti tunjangan atau pembayaran lainnya yang memang menjadi bagian dari kesepakatan.

Kontrak kerja juga dapat mencantumkan waktu kerja, lokasi kerja, hak cuti, fasilitas, kewajiban, tata tertib, hingga ketentuan mengenai berakhirnya hubungan kerja. Semakin jelas bagian-bagian tersebut, semakin mudah pula kedua pihak memahami isi kesepakatan.

Apa Bedanya PKWT dan PKWTT?

Nah, bagian ini cukup penting kalau kamu sedang membaca kontrak kerja. Jangan hanya melihat nominal gaji, tetapi perhatikan juga jenis hubungan kerja yang tertulis dalam dokumen.

PKWT digunakan untuk hubungan kerja berdasarkan waktu tertentu atau pekerjaan tertentu. PP Nomor 35 Tahun 2021 mengatur PKWT berdasarkan jangka waktu maupun selesainya pekerjaan tertentu, termasuk ketentuan mengenai pekerjaan yang dapat menggunakan PKWT.

Sementara PKWTT digunakan untuk hubungan kerja yang bersifat tidak tertentu atau tetap. Karena karakteristiknya berbeda, ketentuan dalam kontraknya juga tidak bisa disamakan begitu saja dengan kontrak pekerja PKWT.

Untuk PKWT, ada hal khusus yang perlu diperhatikan. Ketentuan yang diperjanjikan tidak boleh lebih rendah daripada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, PKWT memiliki aturan tersendiri mengenai kompensasi ketika hubungan kerja berakhir sesuai persyaratan yang berlaku.

Sudah Punya Gambaran? Yuk Lihat Contoh Perjanjian Kerja!

contoh perjanjian kerja

Agar lebih mudah membayangkan bentuknya, berikut contoh sederhana perjanjian kerja karyawan. Contoh ini bersifat ilustrasi dan perlu disesuaikan dengan kondisi pekerjaan serta ketentuan hukum yang berlaku.

Contoh Format Perjanjian Kerja Karyawan

PERJANJIAN KERJA

Pada hari Senin, 7 September 2026, telah dibuat perjanjian kerja antara:

Pihak Pertama Nama: PT Maju Bersama Alamat: Jl. Contoh No. 10, Jakarta Dalam hal ini bertindak sebagai perusahaan atau pemberi kerja.

Pihak Kedua Nama: Budi Santoso Alamat: Jakarta Dalam hal ini bertindak sebagai karyawan.

Kedua pihak sepakat untuk mengadakan hubungan kerja dengan ketentuan sebagai berikut.

Pasal 1 Jabatan dan Pekerjaan

Pihak Kedua bekerja sebagai Staf Administrasi. Pihak Kedua bertanggung jawab menjalankan tugas administrasi perusahaan, melakukan pengelolaan dokumen, membantu pencatatan data, serta melaksanakan pekerjaan lain yang masih berkaitan dengan posisi tersebut sesuai ketentuan perusahaan.

Pasal 2 Tempat dan Waktu Kerja

Pihak Kedua melaksanakan pekerjaan di lokasi kerja yang ditentukan perusahaan dengan mengikuti jadwal kerja dan ketentuan waktu kerja yang berlaku di perusahaan.

Pasal 3 Upah

Pihak Pertama memberikan upah kepada Pihak Kedua sebesar Rp5.000.000 per bulan. Pembayaran dilakukan sesuai jadwal penggajian perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

Pasal 4 Hak dan Kewajiban

Pihak Kedua wajib melaksanakan pekerjaan dengan baik, menaati peraturan perusahaan, menjaga kerahasiaan informasi perusahaan, serta menjalankan kewajiban lain yang telah disepakati.

Pihak Pertama berkewajiban memberikan hak Pihak Kedua sesuai perjanjian kerja dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 5 Berakhirnya Hubungan Kerja

Hubungan kerja berakhir sesuai jenis perjanjian yang disepakati dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 6 Penutup

Perjanjian kerja ini dibuat dan disepakati oleh kedua pihak dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak mana pun. Perjanjian dibuat untuk menjadi dasar hubungan kerja antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua.

Pihak Pertama, PT Maju Bersama

Pihak Kedua, Budi Santoso

Contoh di atas sengaja dibuat sederhana supaya kamu bisa melihat struktur dasarnya. Dalam praktiknya, perusahaan dapat memiliki klausul tambahan yang menyesuaikan jenis pekerjaan, sistem kerja, kebijakan internal, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Bagaimana Cara Membuat Perjanjian Kerja yang Lebih Jelas?

Membuat kontrak kerja sebenarnya bukan sekadar mengisi nama dan nominal gaji. Setiap klausul sebaiknya dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan tafsir berbeda.

Pertama, jelaskan posisi dan tanggung jawab pekerjaan. Hindari uraian yang terlalu umum apabila pekerjaan tersebut memiliki tanggung jawab spesifik. Karyawan perlu mengetahui apa yang menjadi tugas utamanya sejak awal.

Kedua, tuliskan upah dan komponen pembayaran secara jelas. Kalau ada tunjangan atau fasilitas tertentu, sebaiknya informasi tersebut juga dijelaskan sehingga tidak terjadi kebingungan mengenai jumlah yang diterima.

Ketiga, jelaskan waktu dan tempat kerja. Jika perusahaan menerapkan sistem hybrid atau kerja dari lokasi tertentu, hal tersebut dapat dituangkan dalam perjanjian atau dokumen ketenagakerjaan terkait.

Keempat, perhatikan ketentuan mengenai cuti, hari libur, lembur, fasilitas, kewajiban menjaga kerahasiaan, dan aturan perusahaan. Tidak semua detail harus dibuat panjang, tetapi poin penting sebaiknya tidak dibuat terlalu samar.

Apa yang Perlu Kamu Cek Sebelum Menandatangani Kontrak?

Ada beberapa bagian yang sebaiknya dibaca dengan perhatian lebih. Jangan merasa tidak enak bertanya hanya karena kontraknya sudah disiapkan perusahaan. Kamu berhak memahami isi kesepakatan sebelum menyetujuinya.

Periksa kembali apakah nama, jabatan, gaji, tanggal mulai kerja, lokasi kerja, dan jenis perjanjian sudah sesuai dengan pembicaraan sebelumnya. Perbedaan kecil sekalipun sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu.

Perhatikan juga klausul mengenai masa berlaku kontrak. Jika tertulis PKWT, lihat jenis pekerjaan dan jangka waktu yang tercantum. Ketentuan PKWT memang memiliki aturan khusus, sehingga tidak seharusnya digunakan secara sembarangan untuk setiap kondisi pekerjaan.

Kamu juga perlu membaca ketentuan mengenai pengakhiran hubungan kerja. Jangan hanya membaca bagian yang berkaitan dengan gaji dan posisi, lalu melewatkan klausul lain karena dianggap terlalu formal.

Kalau ada istilah yang tidak kamu mengerti, tanyakan sebelum menandatangani, bukan setelah muncul masalah. Kebiasaan membaca kontrak secara teliti bisa membuat hubungan kerja sejak awal menjadi lebih jelas.

Kesalahan Apa yang Sering Terjadi dalam Membuat Kontrak Kerja?

Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah membuat perjanjian dengan isi yang terlalu singkat. Misalnya, kontrak hanya menyebutkan jabatan dan gaji tanpa menjelaskan waktu kerja, lokasi, tugas, serta ketentuan lain yang relevan. Format seperti ini dapat menyulitkan kedua pihak ketika muncul perbedaan pemahaman.

Kesalahan lainnya adalah menggunakan template lama tanpa memeriksa apakah ketentuannya masih relevan. Contoh perjanjian kerja dari internet sebaiknya tidak langsung disalin mentah-mentah. Dokumen perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan aturan yang berlaku.

Selain itu, hindari klausul yang dibuat terlalu luas atau sulit dipahami. Bahasa kontrak memang cenderung formal, tetapi bukan berarti setiap kalimat harus dibuat rumit. Semakin jelas bahasanya, semakin mudah pula karyawan dan perusahaan memahami kewajiban masing-masing.

Perusahaan juga perlu memastikan isi perjanjian tidak memberikan syarat kerja yang lebih rendah daripada ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam aturan mengenai PKWT, misalnya, syarat kerja yang diperjanjikan tidak boleh lebih rendah dari ketentuan hukum yang berlaku.

Apakah Contoh Perjanjian Kerja Bisa Langsung Dipakai?

Contoh perjanjian kerja yang kamu temukan di internet bisa digunakan sebagai referensi struktur, tetapi bukan berarti bisa langsung dipakai untuk semua perusahaan dan posisi. Kondisi setiap pekerjaan dapat berbeda, begitu pula jenis hubungan kerjanya.

Misalnya, kontrak seorang staf administrasi tentu dapat berbeda dengan kontrak tenaga proyek, pekerja harian, atau karyawan dengan sistem kerja tertentu. Ketentuan yang berlaku untuk PKWT juga memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan PKWTT. PP Nomor 35 Tahun 2021 sendiri mengatur beberapa bentuk PKWT berdasarkan karakteristik pekerjaan dan jangka waktunya.

Karena itu, jangan hanya melihat apakah formatnya terlihat profesional. Yang jauh lebih penting adalah apakah isi kontraknya sesuai dengan kondisi pekerjaan dan peraturan yang berlaku.

Jadi, Apa yang Bisa Dipelajari dari Contoh Perjanjian Kerja Ini?

Contoh perjanjian kerja pada dasarnya membantu kamu memahami bagaimana kesepakatan antara perusahaan dan karyawan dituangkan dalam dokumen. Isinya dapat mencakup identitas para pihak, jabatan, tugas, lokasi kerja, waktu kerja, upah, hak dan kewajiban, sampai ketentuan berakhirnya hubungan kerja. Struktur yang jelas membuat kedua pihak memiliki acuan yang sama selama bekerja.

Memahami jenis perjanjian juga tidak kalah penting. PKWT dan PKWTT memiliki karakteristik berbeda, sehingga kamu perlu memperhatikan jenis hubungan kerja yang tertulis sebelum menyetujui kontrak. Jangan berhenti pada pertanyaan “gajinya berapa?”, tetapi lihat juga durasi kontrak, pekerjaan yang diperjanjikan, hak, kewajiban, serta ketentuan lain yang tercantum.

Pada akhirnya, kontrak kerja yang baik bukan kontrak yang paling panjang, melainkan kontrak yang jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kalau kamu sedang mendapatkan kontrak kerja baru, bagian mana yang biasanya paling kamu perhatikan? Apakah gaji, jabatan, durasi kontrak, jam kerja, atau justru klausul lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat kamu di kolom komentar!

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai konten informatif dan referensi gaya hidup dengan mengolah berbagai sumber publik serta informasi berbasis teknologi. Informasi yang dimuat bertujuan untuk kebutuhan bacaan dan inspirasi, serta tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional, rekomendasi resmi, maupun rujukan hukum. Segala keputusan yang diambil berdasarkan artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Privacy Policy Lifestyle-people.com.

More From Author