Lifestyle People — Kalau kamu pernah merasa gemas melihat jerawat muncul di wajah lalu tergoda memencetnya supaya cepat hilang, kamu nggak sendirian. Banyak orang melakukan hal yang sama karena berharap kulit langsung bersih dalam semalam. Sayangnya, keinginan instan ini justru bisa membuat masalah kulit semakin parah dan menimbulkan efek samping yang tidak terduga. Memencet jerawat memang terlihat sepele, tapi risikonya jauh lebih besar dari yang kamu bayangkan.
Memencet jerawat sering dianggap sebagai langkah cepat untuk menghilangkan benjolan yang mengganggu penampilan. Padahal tindakan ini bisa menciptakan luka kecil pada kulit yang memungkinkan bakteri masuk lebih dalam. Banyak orang baru menyadari akibatnya saat jerawat yang tadinya kecil berubah menjadi meradang, bengkak, atau bahkan meninggalkan bekas gelap yang sulit hilang. Inilah alasan kenapa pembahasan tentang efek samping memencet jerawat penting banget untuk dipahami.
Banyak pembaca juga mengaku sering menyesal setelah memencet jerawat karena kulit justru menjadi lebih sensitif dan terlihat tidak merata. Kondisi seperti ini bisa menurunkan rasa percaya diri, apalagi jika jerawat muncul di area yang jelas terlihat seperti pipi atau dagu. Artikel ini akan membantu kamu memahami lebih dalam kenapa kebiasaan memencet jerawat harus dihentikan, apa saja dampak buruk yang mungkin muncul, dan bagaimana kamu bisa merawat kulit dengan cara yang lebih aman.
Kok Memencet Jerawat Bisa Berbahaya? Yuk Cari Tahu!

Memencet jerawat memang terasa memuaskan, tapi efeknya pada kulit bisa membuat kamu menyesal. Ketika jerawat dipaksa pecah, tekanan yang kamu berikan tidak hanya mendorong isi jerawat keluar, tapi juga bisa membuat bakteri, minyak, dan kotoran terdorong lebih dalam ke lapisan kulit. Proses ini memicu peradangan yang lebih besar dan memperlambat penyembuhan.
Jerawat yang sebelumnya hanya sedikit meradang bisa berubah menjadi infeksi yang lebih parah. Banyak orang akhirnya mengalami jerawat bernanah atau nodul keras yang sulit sembuh karena kebiasaan memencet. Selain itu, luka kecil yang terbentuk pada kulit bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri dari tangan atau lingkungan sekitar. Inilah yang sering membuat kondisi jerawat justru semakin memburuk setelah dipencet.
Efek lain yang jarang disadari adalah meningkatnya risiko hiperpigmentasi pascainflamasi. Ketika kulit mengalami trauma akibat tekanan, tubuh memproduksi melanin lebih banyak sebagai respons perlindungan. Hasilnya, muncullah noda gelap yang membutuhkan waktu lama untuk memudar. Pada beberapa orang, bekas ini bahkan bertahan berbulan-bulan.
Memencet jerawat juga dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut permanen. Ini terjadi ketika peradangan di bawah kulit menyebabkan kerusakan jaringan kolagen yang akhirnya membentuk bekas luka cekung. Bekas seperti ini biasanya sulit dihilangkan dan memerlukan treatment khusus yang tidak bisa diselesaikan dengan skincare biasa.
Selain risiko fisik, kebiasaan memencet jerawat bisa memperburuk kondisi psikologis. Banyak orang merasa frustrasi karena kulit tampak semakin buruk setelah dipencet, dan akhirnya terjebak dalam siklus mengutak-atik wajah secara berulang. Ini bisa merusak skin barrier dan membuat kulit semakin rentan mengalami breakout.
Apa Saja Efek Sampingnya? Kamu Wajib Waspada!
Efek samping memencet jerawat sebenarnya cukup banyak, dan sebagian besar bersifat jangka panjang. Kamu mungkin tidak melihat dampaknya dalam satu atau dua hari, tapi setelah beberapa minggu, tanda-tanda kerusakan mulai tampak jelas. Berikut adalah beberapa efek samping yang sering dialami oleh banyak orang tanpa disadari:
Memperparah Peradangan
Jerawat yang dipencet biasanya tampak lebih merah, bengkak, dan terasa sakit. Ini karena tekanan yang diberikan memicu respons inflamasi yang lebih intens. Dalam beberapa kasus, kulit bisa terasa lebih hangat dan tampak berwarna gelap di sekitar area jerawat.
Bekas Luka Menghitam
Saat jerawat pecah secara paksa, kulit mengalami trauma. Ini memicu produksi melanin berlebih yang menyebabkan noda hitam atau kecokelatan. Bekas ini bisa tetap bertahan lama bahkan setelah jerawat sembuh.
Jaringan Parut Permanen
Ini adalah salah satu efek yang paling ditakuti. Jaringan parut biasanya terbentuk ketika peradangan cukup dalam merusak struktur kulit. Bekas cekungan atau bopeng sangat sulit diatasi tanpa perawatan profesional.
Infeksi Kulit
Bakteri dari tangan atau lingkungan bisa masuk melalui luka terbuka dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini membuat jerawat semakin meradang dan kadang berubah menjadi abses kecil berisi nanah.
Penyebaran Jerawat
Saat isi jerawat terdorong ke area sekitar, bakteri dan minyak bisa menyebar ke folikel lain sehingga muncul jerawat baru di sekitar area yang sama. Ini sering disebut sebagai cluster breakout.
Semua efek samping ini menunjukkan bahwa memencet jerawat tidak menawarkan manfaat apa pun selain kepuasan sesaat. Dampaknya jauh lebih berat dan sering kali membutuhkan waktu panjang untuk diperbaiki.
Jadi, Apa yang Sebaiknya Kamu Lakukan Saat Jerawat Muncul?
Menahan diri untuk tidak memencet jerawat memang terasa sulit, terutama jika jerawat muncul di waktu yang tidak tepat. Tapi ada banyak cara yang jauh lebih aman dan efektif untuk mengatasi jerawat tanpa membuat kondisi kulit memburuk.
Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah membiarkan jerawat matang secara alami. Kulit memiliki kemampuan regenerasi sendiri dan biasanya bisa menyembuhkan jerawat tanpa intervensi fisik. Kamu bisa menggunakan produk dengan bahan aktif seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide dalam kadar yang sesuai untuk membantu mempercepat penyembuhan.
Saat jerawat terasa sakit atau bengkak, kompres dingin bisa membantu meredakan inflamasi. Ini akan membuat kulit lebih nyaman dan mengurangi risiko kamu tergoda untuk memencetnya. Jika jerawat berisi nanah dan tampak siap pecah, lebih baik biarkan pecah dengan sendirinya atau konsultasikan dengan ahli kecantikan yang terlatih.
Salah satu langkah penting yang sering diabaikan adalah menjaga kebersihan tangan dan wajah. Hindari menyentuh wajah secara berlebihan agar bakteri tidak berpindah. Selain itu, gunakan skincare yang mendukung penyembuhan kulit seperti produk yang mengandung niacinamide, centella asiatica, atau panthenol yang memiliki sifat menenangkan.
Jika kondisi jerawat terasa semakin parah atau muncul berkali-kali di area yang sama, konsultasi profesional sangat disarankan. Ahli kecantikan dapat memberikan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi kulitmu, mulai dari terapi antibiotik topikal hingga tindakan tertentu untuk mengurangi peradangan.
Terakhir, ingat bahwa setiap kulit punya karakter yang berbeda. Apa yang bekerja untuk orang lain belum tentu cocok untuk kulitmu. Fokuslah pada perawatan yang lembut dan konsisten agar hasilnya lebih maksimal tanpa risiko yang tidak perlu.
Hindari Kebiasaan yang Tanpa Sadar Memicu Kerusakan Kulit!
Selain memencet jerawat, ada beberapa kebiasaan lain yang perlu kamu hindari agar kondisi kulit tidak semakin memburuk. Banyak orang tidak sadar bahwa tindakan kecil sehari-hari bisa membuat jerawat lebih mudah meradang.
Salah satunya adalah penggunaan scrub fisik yang terlalu kasar. Saat kulit sedang berjerawat, eksfoliasi berlebihan dapat memperburuk iritasi dan membuka peluang infeksi. Hal lain yang juga perlu dihindari adalah tidur tanpa membersihkan makeup. Sisa makeup bisa menyumbat pori-pori dan memicu lebih banyak jerawat.
Pastikan juga kamu rutin mengganti sarung bantal karena benda ini bisa menampung minyak dan bakteri. Sama halnya dengan kebersihan ponsel yang sering menempel di wajah. Semua ini terlihat sederhana, tapi punya dampak besar untuk kesehatan kulitmu.
Yang paling penting, latih dirimu untuk tidak mengutak-atik wajah. Jika kamu punya kebiasaan menyentuh atau memencet jerawat tanpa sadar, coba latih untuk menjauhkan tangan dari wajah. Semakin sedikit tekanan dan gangguan pada kulit, semakin cepat jerawat sembuh.
Yuk Jaga Kulitmu Dengan Cara yang Lebih Aman!
Memencet jerawat mungkin terasa sebagai solusi cepat, tapi kenyataannya justru membawa lebih banyak masalah dibanding manfaat. Dengan memahami berbagai efek sampingnya, kamu bisa mulai membangun kebiasaan baru yang lebih ramah bagi kulitmu. Cara terbaik mengatasi jerawat selalu dimulai dari kesabaran, perawatan yang tepat, dan pilihan yang lebih aman.
Semoga pembahasan panjang ini membantu kamu lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada kulit setiap kali jerawat dipencet. Mulai sekarang, coba beri kulitmu kesempatan untuk pulih tanpa tekanan yang tidak perlu.
Kalau kamu punya pengalaman menarik tentang jerawat atau pernah menyesal karena memencetnya, kamu bisa berbagi cerita di kolom komentar. Mungkin ceritamu bisa membantu orang lain yang sedang berjuang dengan masalah serupa.
Kalau kamu ingin perawatan profesional untuk mengatasi jerawat membandel, kamu bisa cek Eva Mulia Clinic Terdekat yang siap membantu kamu mendapatkan kulit lebih sehat dan cerah.
Baca juga:
