Bintik merah di sekitar bibir atau dagu sering langsung dikira jerawat, padahal kadang itu bukan jerawat sama sekali. Istilah jerawat herpes banyak dipakai orang untuk menyebut lepuhan kecil di wajah yang mirip jerawat tetapi sebenarnya disebabkan oleh virus herpes simpleks. Kekeliruan ini cukup sering terjadi, dan akibatnya perawatan yang dipilih jadi tidak tepat.
Jerawat biasa muncul karena pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, lalu diperparah oleh bakteri dan peradangan. Sementara herpes labialis atau herpes bibir disebabkan oleh infeksi virus, umumnya tipe HSV-1. Keduanya sama-sama bisa muncul di area wajah, tetapi penyebab, perjalanan penyakit, dan cara penanganannya berbeda. Karena itu, mengenali perbedaannya penting agar kondisi kulitmu tidak memburuk.
Benjolan atau ruam pada kulit terkadang terlihat mirip, sehingga tidak selalu mudah membedakan apakah kondisi tersebut merupakan jerawat atau herpes. Padahal, keduanya memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda. Lifestyle People membahas perbedaan ciri-cirinya, faktor yang dapat memicu kemunculannya, perawatan yang bisa dilakukan di rumah, serta kondisi yang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Kenapa Herpes Sering Disangka Jerawat?
Pada tahap awal, lesi herpes memang bisa tampak seperti bintik merah kecil yang sedikit menonjol. Letaknya yang sering di sekitar bibir, sudut mulut, atau dagu juga sama dengan area yang rentan berjerawat. Tidak heran banyak orang langsung memencetnya atau memakai obat jerawat.
Masalahnya, memencet lepuhan herpes bisa membuat cairan yang mengandung virus menyebar ke area kulit lain. Obat jerawat seperti benzoyl peroxide atau asam salisilat juga tidak bekerja pada virus, bahkan bisa membuat kulit yang sudah meradang terasa makin perih.
Pada sebagian orang, herpes juga muncul berulang di titik yang sama. Kalau bintik “jerawat” selalu datang di tempat yang itu-itu saja, disertai sensasi tertentu sebelum muncul, kemungkinan itu bukan jerawat biasa.
Perbedaan Jerawat Biasa dan Herpes yang Bisa Kamu Amati
Beberapa ciri berikut bisa membantumu membedakan keduanya, meski diagnosis pasti tetap dari dokter.
Pada jerawat biasa:
- Muncul sebagai komedo, papul merah, atau pustula berisi nanah dengan satu titik pusat
- Bisa tumbuh di area berminyak seperti dahi, hidung, pipi, dan dagu
- Biasanya terasa nyeri bila ditekan, tetapi tidak panas atau menyengat sebelum muncul
- Muncul sendiri-sendiri, tidak bergerombol dalam satu kelompok kecil
Pada herpes:
- Diawali rasa gatal, kesemutan, panas, atau perih sebelum lepuhan muncul
- Muncul sebagai kumpulan lepuhan kecil berisi cairan bening yang bergerombol
- Lepuhan kemudian pecah, mengeluarkan cairan, lalu membentuk keropeng
- Sering muncul di tepi bibir atau sekitar mulut, dan bisa kambuh di lokasi yang sama
- Kadang disertai demam ringan, badan lemas, atau kelenjar getah bening membengkak pada infeksi pertama
Satu pembeda yang cukup mudah diingat adalah gejala awalnya. Rasa kesemutan atau panas sebelum lesi muncul lebih khas untuk herpes.
Apa yang Sebenarnya Memicu Herpes di Wajah?
Virus herpes simpleks menular lewat kontak langsung, misalnya ciuman, berbagi alat makan, gelas, atau lip balm dengan orang yang terinfeksi. Banyak orang sudah terpapar sejak kecil tanpa menyadarinya. Setelah infeksi pertama, virus tidak benar-benar hilang. Ia menetap di sel saraf dan bisa aktif kembali pada waktu tertentu.
Pemicu kambuhnya cukup beragam, di antaranya:
- Stres dan kelelahan
- Kurang tidur
- Paparan sinar matahari berlebihan
- Demam atau flu
- Perubahan hormon, termasuk saat menstruasi
- Daya tahan tubuh yang menurun
Jadi, kalau kamu merasa herpes muncul setiap kali sedang sangat sibuk atau kurang istirahat, itu bukan kebetulan. Pola seperti ini cukup sering dilaporkan.
Tahapan Herpes Bibir dari Awal sampai Sembuh
Mengetahui tahapannya membantumu mengenali kondisi lebih cepat. Herpes labialis umumnya melewati beberapa fase.
Pada fase awal, kulit terasa gatal, panas, atau kesemutan selama satu sampai dua hari. Lalu muncul lepuhan kecil berisi cairan. Beberapa hari kemudian lepuhan pecah dan meninggalkan luka basah yang cukup perih. Setelah itu terbentuk keropeng yang akan mengering dan lepas. Secara keseluruhan, proses ini berlangsung sekitar satu sampai dua minggu pada kebanyakan orang.
Selama lepuhan masih basah, risiko menularkan virus ke orang lain paling tinggi. Namun virus tetap bisa menular walaupun gejala belum terlihat jelas.
Cara Merawat Herpes di Rumah dengan Aman
Herpes ringan umumnya bisa sembuh sendiri, tetapi beberapa langkah berikut bisa membuatmu lebih nyaman dan membantu mencegah penularan.
Jaga area itu tetap bersih dan kering. Cuci tangan dengan sabun setiap kali menyentuh area lesi, dan jangan menggaruk atau memencet lepuhan. Kompres dingin selama beberapa menit dapat meredakan rasa perih dan bengkak. Gunakan kain bersih yang hanya dipakai sekali.
Hindari berbagi handuk, gelas, sendok, atau lip balm. Tunda juga ciuman dan kontak dekat sampai luka benar-benar kering dan keropengnya lepas. Bila kamu memakai make up, jangan oleskan pada area yang sedang luka, dan jangan memakai ulang aplikator yang sudah menyentuhnya.
Untuk meredakan nyeri, obat pereda sakit yang dijual bebas bisa membantu. Krim antivirus seperti asiklovir juga tersedia, dan akan bekerja lebih baik bila dipakai sedini mungkin, yaitu saat rasa gatal atau kesemutan baru terasa. Pastikan kamu membaca aturan pakainya atau bertanya pada apoteker.
Kapan Perlu Obat dari Dokter?

Dalam beberapa kondisi, obat antivirus dengan resep lebih tepat. Temui dokter jika:
- Lepuhan tidak membaik setelah dua minggu
- Lesi sangat banyak, meluas, atau terasa sangat nyeri
- Muncul di dekat mata, karena bisa berbahaya bagi penglihatan
- Kamu memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena penyakit tertentu atau pengobatan imunosupresan
- Herpes sering kambuh dalam setahun
Dokter bisa memberi obat antivirus oral yang membantu mempercepat penyembuhan dan, pada kasus kambuh berulang, terapi pencegahan. Jangan menunda bila lesi muncul di area mata atau disertai demam tinggi.
Cara Merawat Jerawat Biasa yang Berbeda dari Herpes
Kalau setelah dicermati ternyata yang kamu alami memang jerawat, penanganannya berbeda. Bersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih lembut, gunakan pelembap non-komedogenik, dan pilih bahan aktif seperti benzoyl peroxide, asam salisilat, atau adapalene sesuai tingkat keparahan jerawatmu.
Hindari memencet jerawat karena bisa meninggalkan bekas dan memperparah peradangan. Jerawat meradang yang dalam atau berulang sebaiknya diperiksakan ke dokter kulit. Dengan begitu, kamu tidak perlu menebak-nebak perawatan yang tepat.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Mengira Herpes sebagai Jerawat
Beberapa kebiasaan ini sering memperburuk keadaan. Memencet lepuhan akan menyebarkan cairan virus dan memperlambat penyembuhan. Memakai obat jerawat atau scrub pada lesi herpes dapat membuat kulit makin iritasi. Berbagi produk wajah atau lip balm saat luka masih aktif bisa menularkan virus kepada orang lain.
Menutupi lesi dengan concealer tebal juga tidak dianjurkan, karena kulit yang sedang luka butuh bernapas dan tetap bersih. Terakhir, jangan menyepelekan gejala yang berulang. Kalau bintik di area yang sama muncul terus, kamu berhak mendapatkan pemeriksaan yang jelas.
Cara Mengurangi Risiko Herpes Kambuh
Karena virus tetap berada di tubuh, fokus pencegahan ada pada pemicunya. Tidur cukup, kelola stres dengan cara yang sesuai untukmu, dan makan makanan bergizi agar daya tahan tubuh terjaga. Gunakan tabir surya dan lip balm ber-SPF saat beraktivitas di luar ruangan, karena paparan matahari termasuk pemicu yang cukup sering.
Kalau kamu sudah tahu pola kambuhmu, misalnya selalu muncul menjelang haid atau saat lembur, kamu bisa bersiap lebih awal dengan menjaga istirahat dan segera memakai obat begitu gejala awal terasa.
Kesimpulan
Jerawat herpes sebenarnya adalah sebutan populer untuk herpes labialis yang mirip jerawat di tahap awal. Pembedanya ada pada gejala awal berupa kesemutan atau panas, lepuhan yang bergerombol berisi cairan, serta kecenderungan kambuh di lokasi yang sama. Penyebabnya adalah virus, bukan pori yang tersumbat, sehingga tidak bisa diatasi dengan obat jerawat. Jaga kebersihan, jangan memencet lepuhan, hindari berbagi barang pribadi, dan segera temui dokter bila lesi meluas, tidak membaik, atau muncul di dekat mata.
Kamu sendiri pernah salah mengira herpes sebagai jerawat? Mungkin kamu punya pengalaman soal pemicu kambuh atau cara meredakannya yang terasa cocok. Ceritakan di kolom komentar ya, siapa tahu pengalamanmu bisa membantu pembaca lain yang sedang mengalami hal serupa.
Baca juga: Perbedaan Jerawat dan Herpes: Mengetahui Kondisi Kulit yang Sering Terjadi
Baca juga:
