Categories BEAUTY & HEALTH

Dampak Rutin Facial Wajah yang Sering Tidak Disadari

Facial wajah sudah menjadi perawatan yang akrab bagi banyak orang, baik yang dilakukan di salon maupun klinik kecantikan. Namun dampak facial wajah sebenarnya tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang merasakan kulit lebih bersih dan cerah, tetapi ada juga yang justru mengalami kemerahan, jerawat muncul, atau kulit terasa perih setelahnya.

Facial pada dasarnya adalah rangkaian perawatan kulit wajah yang umumnya meliputi pembersihan, eksfoliasi, ekstraksi komedo, pemijatan, masker, dan pelembap. Hasilnya dipengaruhi oleh jenis kulit, kondisi kulit saat itu, produk yang dipakai, serta keterampilan terapis yang mengerjakannya. Karena banyak variabel inilah, pengalaman satu orang dengan orang lainnya bisa sangat berbeda.

Facial bisa menjadi salah satu pilihan perawatan untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap bersih dan terawat. Namun, hasil setelah facial tidak selalu sama pada setiap orang karena dipengaruhi oleh kondisi kulit, jenis perawatan, hingga cara perawatan dilakukan. Lifestyle People membahas hal-hal penting seputar facial, mulai dari manfaat dan risikonya, alasan kulit dapat mengalami reaksi setelah perawatan, frekuensi facial yang sesuai, sampai tips memilih tempat perawatan yang aman dan terpercaya.

Apa Saja yang Sebenarnya Terjadi pada Kulit Saat Facial?

Supaya mudah memahami dampaknya, kenali dulu tahapan facial yang biasa dilakukan. Perawatan dimulai dengan pembersihan untuk mengangkat make up, minyak, dan debu. Setelah itu kulit dieksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati, kadang dengan scrub, enzim, atau asam ringan seperti AHA dan BHA.

Tahap berikutnya adalah uap atau kompres hangat yang membantu melunakkan sumbatan di pori, lalu ekstraksi komedo. Setelah itu ada pemijatan untuk melancarkan sirkulasi, masker sesuai kebutuhan kulit, dan ditutup dengan serum, pelembap, serta tabir surya.

Tiap tahap punya efek tersendiri pada kulit. Jika semuanya dilakukan dengan tepat, kulit bisa terlihat lebih segar. Namun bila ada satu tahap yang tidak cocok, misalnya eksfoliasi terlalu kuat, kulit bisa bereaksi berlebihan.

Dampak Positif Facial yang Bisa Kamu Rasakan

Facial yang dilakukan dengan benar dapat memberi beberapa manfaat nyata, terutama bila dikerjakan secara teratur.

Kulit tampak lebih bersih dan cerah. Pengangkatan sel kulit mati membuat permukaan kulit lebih halus sehingga tampak lebih bercahaya. Produk perawatan yang kamu pakai setelahnya juga lebih mudah meresap.

Komedo dan sumbatan pori berkurang. Ekstraksi oleh terapis berpengalaman bisa membersihkan komedo yang sulit dibersihkan sendiri. Hasilnya, pori terlihat lebih bersih dan risiko jerawat meradang bisa menurun.

Sirkulasi terasa lebih lancar. Pijatan wajah membantu mengendurkan otot wajah yang tegang, dan banyak orang merasa lebih rileks setelahnya. Efek ini bersifat sementara tetapi cukup menyenangkan.

Kulit lebih terhidrasi. Masker dan serum yang dipakai saat facial dapat memberi tambahan kelembapan, terutama bagi kulit kering atau yang sering terpapar AC.

Dampak Negatif Facial Wajah yang Kadang Tidak Disadari

Di balik manfaatnya, facial juga bisa menimbulkan masalah bila tidak sesuai dengan kondisi kulitmu. Berikut yang paling sering terjadi:

  • Kulit kemerahan dan terasa perih akibat eksfoliasi berlebihan atau produk yang terlalu keras
  • Jerawat muncul setelah facial, baik karena proses ekstraksi maupun reaksi kulit terhadap produk
  • Iritasi, gatal, atau bengkak kecil pada alergi terhadap bahan tertentu
  • Kulit menjadi lebih kering dan mengelupas
  • Bekas kehitaman bila komedo atau jerawat dipencet terlalu kasar
  • Infeksi bila alat tidak steril

Sebagian reaksi ringan seperti kemerahan sesaat biasanya mereda dalam beberapa jam. Namun kalau iritasi berlangsung lebih dari satu sampai dua hari, bengkak, atau muncul bintik bernanah, sebaiknya periksakan ke dokter kulit.

Kenapa Jerawat Sering Muncul Setelah Facial?

Ini keluhan yang paling sering dibicarakan. Ada dua kemungkinan penyebab utamanya. Pertama, proses purging, yaitu kondisi ketika sumbatan di bawah permukaan kulit terdorong keluar dan muncul sebagai jerawat kecil. Hal ini umumnya terjadi pada perawatan yang mengandung eksfoliator aktif dan biasanya muncul di area yang memang sering berjerawat.

Kedua, breakout atau reaksi negatif terhadap produk. Bedanya, breakout biasanya muncul di area baru, berupa bintik meradang, dan tidak membaik dalam beberapa minggu. Jika yang terjadi seperti ini, kemungkinan produk atau teknik yang dipakai kurang cocok dengan kulitmu.

Ekstraksi yang terlalu kuat atau dilakukan dengan alat yang kurang bersih juga dapat memicu peradangan. Karena itu, pilih terapis yang paham cara melakukannya dengan lembut.

Seberapa Sering Facial Sebaiknya Dilakukan?

Banyak ahli kulit menyarankan facial sekitar satu kali setiap empat sampai enam minggu. Rentang ini mengikuti siklus regenerasi kulit yang rata-rata berlangsung sekitar 28 hari pada orang dewasa muda, dan bisa lebih lama seiring bertambahnya usia.

Facial terlalu sering justru berisiko merusak lapisan pelindung kulit. Tanda lapisan pelindung terganggu antara lain kulit terasa perih saat memakai produk biasa, mudah merah, dan tampak mengilap tetapi tetap terasa kering. Kalau mengalaminya, beri jeda dan sederhanakan rutinitas perawatan sampai kulit pulih.

Untuk kulit sensitif, rosacea, atau eksim, frekuensi dan jenis facial perlu disesuaikan, sebaiknya dengan konsultasi ke dokter kulit lebih dulu.

Persiapan Sebelum Facial agar Hasilnya Aman

dampak facial wajah

Sedikit persiapan bisa mengurangi risiko dampak buruk. Berikut beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan:

  1. Hentikan sementara produk eksfoliasi kuat, retinol, atau obat jerawat topikal sekitar tiga sampai lima hari sebelum facial, kecuali ada arahan lain dari dokter.
  2. Jangan melakukan waxing, threading, atau mencukur wajah tepat sebelum facial.
  3. Beri tahu terapis soal alergi, kondisi kulit, obat yang sedang dipakai, dan riwayat perawatan sebelumnya.
  4. Hindari berjemur berlebihan beberapa hari sebelumnya karena kulit yang terbakar lebih rentan iritasi.

Jangan ragu menyampaikan bila ada tahap yang terasa terlalu perih. Kamu berhak meminta terapis menghentikan atau mengganti produk.

Cara Merawat Kulit Setelah Facial

Perawatan setelah facial sama pentingnya dengan prosesnya. Kulit biasanya lebih sensitif selama 24 sampai 48 jam, jadi beri perlakuan yang lembut.

Gunakan pembersih yang ringan dan pelembap tanpa pewangi. Pakai tabir surya setiap pagi karena kulit yang baru dieksfoliasi lebih mudah terbakar sinar matahari. Hindari scrub, retinol, dan asam eksfoliasi selama beberapa hari, dan jangan memencet bekas ekstraksi.

Hindari juga make up tebal pada hari yang sama bila memungkinkan, karena pori masih dalam kondisi sensitif. Minum air putih cukup dan tidur yang teratur membantu proses pemulihan kulit.

Facial Salon, Klinik, atau Facial Sendiri di Rumah?

Ketiganya punya kelebihan dan batasannya masing-masing. Facial di salon biasanya fokus pada relaksasi, pembersihan, dan hidrasi. Facial di klinik kecantikan atau dokter kulit bisa memakai teknologi dan bahan aktif yang lebih kuat, misalnya chemical peeling atau microdermabrasi, sehingga cocok untuk masalah kulit tertentu.

Facial di rumah lebih terjangkau dan praktis. Namun risikonya ada di teknik yang kurang tepat, terutama saat memencet komedo atau memakai scrub terlalu kasar. Kalau ingin mencoba sendiri, cukup lakukan tahap dasar seperti membersihkan, memakai masker, dan melembapkan.

Tidak peduli di mana kamu melakukannya, kebersihan alat dan keamanan bahan harus jadi prioritas.

Tanda Tempat Facial yang Kurang Layak Dipercaya

Sebelum memilih tempat, perhatikan beberapa hal. Alat yang dipakai berulang tanpa disterilkan, terapis yang tidak bertanya soal kondisi kulitmu, produk tanpa izin edar BPOM, serta janji hasil instan atau permanen adalah tanda yang sebaiknya membuatmu waspada.

Tempat yang baik biasanya menjelaskan tahapan perawatan, menanyakan riwayat alergi, dan jujur soal hasil yang realistis. Kamu juga bisa memeriksa ulasan dari pelanggan lain sebagai tambahan pertimbangan.

Kapan Sebaiknya Menunda Facial?

Ada kondisi ketika facial lebih baik ditunda, misalnya saat jerawat meradang parah, kulit terbakar matahari, ada luka terbuka, sedang mengalami herpes labialis, atau baru menjalani prosedur kulit tertentu. Menunda sebentar jauh lebih baik daripada memperparah kondisi kulit.

Kesimpulan

Dampak facial wajah bisa positif sekaligus negatif, tergantung kondisi kulitmu, produk yang dipakai, dan cara perawatannya dilakukan. Kulit yang lebih bersih, cerah, dan terhidrasi adalah hasil yang umum didapat, sementara kemerahan, jerawat, atau iritasi bisa muncul bila perawatan tidak sesuai. Atur frekuensi sekitar satu kali dalam empat sampai enam minggu, lakukan persiapan dengan baik, pilih tempat yang terpercaya, dan rawat kulit dengan lembut setelahnya agar hasilnya lebih aman dan terasa.

Kamu sendiri pernah merasakan dampak tertentu setelah facial? Mungkin kulitmu langsung cocok, atau justru pernah mengalami breakout yang bikin kapok. Ceritakan di kolom komentar ya, siapa tahu pengalamanmu bisa membantu pembaca lain yang sedang mempertimbangkan facial.

Baca juga: Apa Manfaat Facial Wajah? Apakah Menimbulkan Efek Samping?

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai konten informatif dan referensi gaya hidup dengan mengolah berbagai sumber publik serta informasi berbasis teknologi. Informasi yang dimuat bertujuan untuk kebutuhan bacaan dan inspirasi, serta tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional, rekomendasi resmi, maupun rujukan hukum. Segala keputusan yang diambil berdasarkan artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Privacy Policy Lifestyle-people.com.

Written By

More From Author