Manfaat sea buckthorn kini semakin sering dibahas di dunia kecantikan dan kesehatan, dan tidak heran banyak orang mulai penasaran. Sea buckthorn atau yang dalam bahasa Latin disebut Hippophae rhamnoides adalah semak berduri yang menghasilkan buah kecil berwarna oranye cerah. Tanaman ini tumbuh di daerah pegunungan Eropa dan Asia, dan sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di berbagai negara, terutama di kawasan Himalaya, Tiongkok, dan Rusia.
Di Indonesia, sea buckthorn memang belum sepopuler jahe atau kunyit, tetapi kehadirannya mulai terasa lewat produk minyak, jus, suplemen, hingga serum wajah. Ketertarikan ini sejalan dengan tren pemilihan bahan alami yang kaya nutrisi, baik untuk dikonsumsi maupun untuk perawatan kulit. Kandungan vitamin, antioksidan, dan asam lemaknya menjadi alasan utama mengapa buah ini dianggap menarik.
Meski demikian, informasi tentang sea buckthorn yang beredar di internet sering kali terlalu berlebihan. Artikel ini membahas kandungan, manfaat untuk kulit dan tubuh, cara memakainya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan, sehingga kamu bisa menilai sendiri apakah bahan ini cocok untuk kebutuhanmu.
Apa Sebenarnya Sea Buckthorn Itu?
Sea buckthorn sering disebut juga seaberry atau di beberapa daerah dikenal dengan nama buah beri laut. Buahnya berukuran kecil, bulat, dan rasanya sangat asam sehingga jarang dimakan mentah begitu saja. Biasanya buah ini diolah menjadi jus, selai, teh, atau diambil minyaknya dari biji dan daging buah.
Ada dua jenis minyak yang umum ditemui. Minyak dari daging buah berwarna oranye pekat dan kaya karotenoid, sedangkan minyak dari biji berwarna lebih kuning dan kaya vitamin E. Keduanya punya karakter berbeda, jadi penting untuk membaca label produk sebelum membeli, terutama kalau kamu ingin memakainya untuk tujuan tertentu.
Kandungan Nutrisi yang Bikin Sea Buckthorn Istimewa
Daya tarik utama buah ini ada pada kandungan nutrisinya yang lengkap. Sea buckthorn mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi, vitamin E, beta-karoten, flavonoid, serta asam lemak omega-3, omega-6, dan omega-9. Yang jarang ditemukan di buah lain, sea buckthorn juga mengandung omega-7 atau asam palmitoleat, yaitu asam lemak yang berperan dalam menjaga kelembapan kulit dan selaput lendir.
Kombinasi antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan karotenoid membantu tubuh melawan radikal bebas yang berasal dari polusi, sinar UV, dan stres sehari-hari. Karena itulah sea buckthorn sering dimasukkan ke dalam produk anti penuaan dan perawatan kulit kusam.
Manfaat Sea Buckthorn untuk Kulit
Untuk perawatan kulit, sea buckthorn biasanya dipakai dalam bentuk minyak atau serum. Kandungan omega-7 dan vitamin E membantu menjaga kelembapan dan memperkuat lapisan pelindung kulit, sehingga cocok untuk kulit kering atau kulit yang mudah terasa kencang setelah mencuci muka.
Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan penggunaan topikal antara lain:
- Membantu melembapkan dan melembutkan kulit kering
- Mendukung proses pemulihan kulit yang iritasi ringan atau terkelupas
- Memberi perlindungan antioksidan terhadap paparan polusi dan radikal bebas
- Membantu tampilan kulit tampak lebih cerah dan segar
Perlu dicatat bahwa sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian skala kecil dan penggunaan tradisional. Hasilnya bisa berbeda pada setiap orang, jadi jangan berharap perubahan instan. Pemakaian rutin selama beberapa minggu biasanya baru memperlihatkan perbedaan yang terasa.
Bisakah Sea Buckthorn Membantu Kulit Berjerawat?
Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Sea buckthorn memiliki sifat antiinflamasi ringan yang dianggap bisa membantu menenangkan kemerahan. Namun, minyaknya cukup kaya dan pekat, sehingga pada kulit yang sangat berminyak atau mudah berjerawat, penggunaan berlebihan berpotensi terasa berat.
Jika kulitmu berjerawat, mulailah dengan produk yang formulanya sudah diencerkan, misalnya serum dengan konsentrasi rendah, dan coba pada area kecil terlebih dahulu. Untuk jerawat meradang yang parah, perawatan dari dokter kulit tetap menjadi pilihan utama, dan sea buckthorn sebaiknya diposisikan sebagai pendukung saja.
Manfaat Sea Buckthorn untuk Kesehatan Tubuh
Selain untuk kulit, buah ini juga dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Kandungan vitamin C yang tinggi membantu mendukung sistem imun, sedangkan flavonoid dan karotenoid berperan sebagai antioksidan. Beberapa penelitian awal juga menyoroti potensinya dalam mendukung kesehatan jantung, misalnya lewat pengaruhnya terhadap kadar kolesterol dan tekanan darah, meski buktinya masih terbatas dan belum bisa dijadikan patokan pengobatan.
Minyak sea buckthorn yang dikonsumsi juga sering dikaitkan dengan kesehatan saluran pencernaan dan selaput lendir, misalnya untuk rasa kering pada mulut atau mata. Namun, penggunaan sebagai suplemen sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu, terutama jika kamu sedang mengonsumsi obat rutin atau memiliki kondisi medis tertentu.
Cara Memakai Sea Buckthorn dalam Keseharian

Ada beberapa cara sederhana untuk memasukkan sea buckthorn ke rutinitasmu, tergantung tujuan yang ingin dicapai.
Untuk perawatan kulit: pilih serum, krim, atau minyak wajah yang mencantumkan sea buckthorn pada daftar bahan. Pakai setelah membersihkan wajah, lalu lanjutkan dengan pelembap dan tabir surya di pagi hari. Kalau memakai minyak murni, cukup beberapa tetes dan sebaiknya diencerkan dengan minyak pembawa seperti jojoba.
Untuk dikonsumsi: jus atau teh sea buckthorn bisa diminum sesekali. Rasanya asam, jadi banyak orang mencampurnya dengan madu atau air hangat. Suplemen kapsul juga tersedia, tetapi pastikan kamu membeli dari merek yang terdaftar di BPOM dan ikuti aturan pakai pada kemasan.
Satu hal yang perlu kamu tahu sebelum mencobanya adalah minyak sea buckthorn berwarna oranye pekat dan bisa meninggalkan noda kekuningan pada kulit, pakaian, atau sarung bantal. Karena itu, pakai dalam jumlah kecil dan biarkan meresap dulu sebelum tidur.
Lakukan Uji Tempel Dulu, Ya
Walaupun berasal dari bahan alami, sea buckthorn tetap bisa memicu reaksi pada kulit sensitif. Sebelum dipakai di seluruh wajah, oleskan sedikit produk di bagian dalam lengan dan tunggu sekitar 24 jam. Jika muncul kemerahan, gatal, atau bentol, hentikan pemakaian.
Kulit yang sedang beradaptasi dengan bahan aktif seperti retinoid atau yang sedang meradang sebaiknya tidak langsung diberi produk baru. Tambahkan satu produk dalam satu waktu supaya kamu mudah mengetahui apa yang cocok dan apa yang tidak.
Siapa yang Perlu Lebih Berhati-Hati?
Ada beberapa kondisi yang membuat penggunaan sea buckthorn, terutama dalam bentuk konsumsi, perlu pertimbangan khusus. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena data keamanannya belum cukup kuat. Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah juga perlu berhati-hati, sebab beberapa senyawa dalam sea buckthorn diduga dapat memengaruhi proses pembekuan darah.
Konsumsi dalam jumlah berlebihan pada sebagian orang juga bisa menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual atau diare. Jadi, mulai dari porsi kecil dan perhatikan bagaimana tubuhmu merespons.
Cara Memilih Produk Sea Buckthorn yang Berkualitas
Karena produknya makin beragam, kamu perlu lebih selektif. Perhatikan beberapa hal berikut:
- Cek bagian mana yang dipakai, apakah minyak daging buah, minyak biji, atau ekstrak buah.
- Lihat posisi sea buckthorn dalam daftar bahan. Semakin awal posisinya, semakin tinggi konsentrasinya.
- Pilih kemasan gelap atau buram karena minyak ini mudah teroksidasi oleh cahaya.
- Pastikan produk memiliki izin edar BPOM dan informasi komposisi yang jelas.
Harga juga bisa menjadi petunjuk. Ekstraksi sea buckthorn cukup rumit sehingga produk yang terlalu murah patut dipertanyakan kualitasnya. Simpan produk di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung agar kandungannya tetap terjaga.
Layak Dicoba, Asal Tetap Realistis
Manfaat sea buckthorn memang menarik, mulai dari kandungan vitamin C, vitamin E, karotenoid, hingga omega-7 yang membantu menjaga kelembapan kulit. Buah ini bisa dipakai sebagai pelengkap perawatan kulit maupun asupan nutrisi, dengan catatan kamu memilih produk yang tepat, melakukan uji tempel, dan tidak berharap hasil instan.
Ingat juga bahwa sea buckthorn bukan pengganti obat atau perawatan dari dokter. Kalau kamu punya kondisi kulit atau kesehatan tertentu, konsultasi dulu akan membuat penggunaannya lebih aman dan terarah.
Bagaimana denganmu, apakah sudah pernah mencoba produk berbahan sea buckthorn? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar, mulai dari produk yang dipakai sampai perubahan yang kamu rasakan. Siapa tahu ceritamu membantu pembaca lain yang sedang mempertimbangkan hal yang sama. Jangan lupa baca juga artikel Lifestyle People lainnya seputar kecantikan dan gaya hidup sehat.
Baca juga: Manfaat Luar Biasa Sea Buckthorn untuk Kecantikan Kulit
Baca juga:
